Polemik Pancoran Buntu, Begini Awal Mula Warga Tinggal di Lahan Milik Negara

Jum'at, 01 April 2022 - 13:47 WIB
loading...
Polemik Pancoran Buntu,...
Kawasan Pancoran Buntu, Jakarta Selatan, yang merupakan lahan milik PT Pertamina.Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti
A A A
JAKARTA - Mantan Sekretaris RT di kawasan Pancoran Buntu 2, Didik, mengungkap awal mula warga menduduki lahan yang kini jadi polemik itu. Lahan Pancoran Buntu 2 di Jalan Raya Pasar Minggu, Pancoran, Jakarta Selatan diketahui merupakan milik PT Pertamina dan akan segera dipulihkan.

Didik mengatakan, pertama kali menginjakkan kaki di Pancoran Buntu 2 antara tahun 1988 hingga 1989. Waktu itu masih berupa lahan kosong, belum begitu banyak orang.

Lantas, ada 27 orang yang menempati lahan Pancoran Buntu 2 dengan mengatasnamakan ahli waris. Padahal, ketika itu plang PT Pertamina sudah terpasang di lahan Pancoran Buntu 2.

"Memang ada salah satu orang yang dipercaya ahli waris untuk mengelola di situ, ya dia bilang bahwasanya lahan itu bukan milik Pertamina," kata Didik pada Jumat (1/4/2022). Baca: Sadar Lahan yang Ditempati Milik Negara, Warga Ini Memilih Pergi dari Pancoran Buntu

Dia menuturkan, biaya untuk mengontrak di Pancoran Buntu 2 berkisar Rp6-7 juta. Lahan Pancoran Buntu 2 mulai ramai diduduki warga pada tahun 2008 hingga 2009, mayoritas dijadikan sebagai lapak-lapak pemulung.

"Jadi kalau mau ngontrak lahan-lahan kosong, ya sudah mau berani berapa. Misalnya ada temannya di lapak mana kena gusur, ya sudah pindah ke sini karena lahan murah dan lain sebagainya. Ya sudah mereka pindah," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 23 warga masih bertahan menduduki lahan di Pancoran Buntu 2 milik PT Pertamina di Jalan Raya Pasar Minggu, Pancoran, Jakarta Selatan. Pemkot Jakarta Selatan meminta 23 warga tersebut untuk membongkar mandiri tempat tinggalnya di Pancoran Buntu 2 sebelum dilakukan penertiban dan pemulihan aset.

"Ya sebenarnya kita berharap demikian karena mereka sudah tinggal cukup lama, artinya sudah cukup. Karena lahan Pancoran Buntu 2 akan digunakan, saya harap warga bisa meninggalkan secara sukarela karena itu aset negara," kata Asisten Pemerintahan Kota Jakarta Selatan, Mahludin.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
GBK Cetak Pendapatan...
GBK Cetak Pendapatan Rp812 Miliar, Rekor Tertinggi dalam 63 Tahun Pengelolaan
Menko AHY Sebut Proyek...
Menko AHY Sebut Proyek Giant Sea Wall Melindungi Aset Nasional: 70 Kawasan Industri dan 5 KEK
Purbaya Berubah Pikiran,...
Purbaya Berubah Pikiran, Masa Tugas Satgas BLBI Bakal Diperpanjang
Rekomendasi
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved