Pejabat Gubenur Banten Harus Memahami Tahapan Pelaksanaan Pilkada 2024

Selasa, 29 Maret 2022 - 21:11 WIB
loading...
Pejabat Gubenur Banten...
Pengamat Politik Universitas Al-Azhar, Jakarta, Ujang Komarudin mengatakan, penjabat Gubernur Banten harus sosok yang memahami tahapan demi tahapan proses Pilkada 2024. (Ist)
A A A
SERANG - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diminta menempatkan sosok yang tepat untuk calon pejabat Gubernur Provinsi Banten.

Pengamat Politik Universitas Al-Azhar, Jakarta, Ujang Komarudin mengatakan, penjabat Gubernur Banten harus sosok yang memahami tahapan demi tahapan proses Pilkada 2024 lantaran memiliki sejumlah tantangan. Termasuk diantaranya adalah tantangan menyukseskan Pilpres, Pileg dan Pilkada serentak tahun 2024.

Tugas itu, kata dia, tidak ringan. Sebab, amanat pemerintah untuk menyukseskan dan meredam potensi gejolak politik di masyarakat.

"Karena kan Pemilu kadang terjadi konflik sosial, kadang kerusuhan, ini yang kita tidak inginkan. Oleh karena itu salah satu tugas Pj nanti adalah mengamankan secara politik terkait Pilkada nanti agar tidak terjadi kerusuhan, konflik dan sebagainya," kata Ujang kepada wartawan, Rabu (29/3/2022).

Selain itu, kata Ujang, pejabat Gubernur Banten harus mengetahui sejarah dan kondisi masyarakat Banten. Baik dari aspek budaya, sosial dan ekonomi.

"Pejabat nanti khususnya Banten, itu harus tau terkait dengan kondisi masyarakat Banten. Tau sejarahnya, tau kondisi politiknya, tau kondisi sosialnya, ekonominya, budayanya. Sehingga dalam memenage dan mengelola Banten nanti itu tidak asal-asalan," papar Ujang

Artinya, kata Ujang, sosok yang dipilih Kemendagri adalah sosok yang profesional dan berpengalaman. Khususnya menghadapi kekhasan masyarakat Banten. Sehingga, jejak pembangunan yang ditinggalkan gubernur sebelumnya dapat tetap terjaga dengan baik.

"Karena kalau tanpa pengalaman itu, tanpa pengetahuan itu maka nanti apa yang sudah dibangun gubernur definitif itu akan jadi acak-acakan. Oleh karena itu, Plt Gubernur Banten itu harus memiliki pengalaman itu," ujarnya. Baca: Bentrok Antar Fakultas Pecah di UIN Makassar, Wakil Dekan dan Mahasiswa Terluka Parah.

Menurut dia, masyarakat Banten itu dikenal dengan masyarakat yang agamis. Karena itu, sosok yang menjadi pejabat Gubernur harus memahami karakteristik itu. Sehingga bisa memilih pola pendekatan yang tepat kepada masyarakat Banten.

"Banten itu punya kekhasan tersendiri di masyarakatnya. Oleh karena itu pendekatannya berbeda diantara setiap provinsi. Untuk Banten ini, pendekatan keagamaan, religiusitas itu lebih penting daripada pendekatan-pendekatan yang lain," katanya
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemendagri Dorong Percepatan...
Kemendagri Dorong Percepatan Penataan dan Registrasi Posyandu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Cegah Banjir, 39,7 Ton...
Cegah Banjir, 39,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Sabi Kota Tangerang
BSKDN Gelar Rakor Regional...
BSKDN Gelar Rakor Regional di Kendari Perkuat Implementasi Program Prioritas Nasional
Zulhas Hadiri Pelantikan...
Zulhas Hadiri Pelantikan DPW PAN Provinsi Banten di Tangerang
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Ditjen Polpum Dorong...
Ditjen Polpum Dorong Standarisasi Anggaran Kesbangpol Berbasis Risiko dan Kebutuhan Daerah
Lewat Jalur Independen,...
Lewat Jalur Independen, Luki Murdianto Perkenalkan Karya Musik Asal Banten ke Kancah Nasional
Rekomendasi
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
10 Pejabat Badan Gizi...
10 Pejabat Badan Gizi Nasional dan Latar Belakangnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved