BPKA Tegaskan Belum Ada Perubahan Rencana Konstruksi Rel di Makassar

Selasa, 29 Maret 2022 - 18:08 WIB
loading...
BPKA Tegaskan Belum...
Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan menegaskan bahwa, hingga saat ini belum ada perubahan rencana konstruksi terkait rel kereta api. Foto: Sindonews/dok
A A A
MAKASSAR - Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan menegaskan bahwa, hingga saat ini belum ada perubahan rencana konstruksi terkait rel kereta api di Kota Makassar.

Hal itu menyusul adanya permintaan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang ingin agar jalur rel kereta api di Makassar dibuat dengan sistem elevated atau melayang.

Baca Juga: KSP Minta Proyek Kereta Api Sulsel dan MNP Segera Rampung

"Kemarin kan sudah konsultasi publik untuk pengadaan lahan, dari wali kota menyampaikan aspirasi untuk konstruksinya itu elevated. Sementara di dokumen perencanaan kami, desainnya itu at grade atau di bawah," ucap Kepala Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan, Amanna Gappa.

Amanna Gappa menjelaskan, perubahan konstruksi rel dari at grade menjadi elevated bakal ikut berpengaruh pada kebutuhan lahan dan anggaran.

Jika dibuat dengan sistem at grade, lebar lahan yang dibutuhkan mencapai 50 meter. Sementara jika menggunakan sistem elevated, hanya dibutuhkan lebar lahan sekitar 10 meter.

Kebutuhan lahan memang terpangkas hingga seperlimanya, namun di sisi lain, anggaran dipastikan membengkak.

"Kalau konstruksi at grade, paling tidak Rp50 miliar per kilometer. Kalau elevated, bisa sampai Rp400 miliar per kilometer. Ini cukup jauh dan tentu akan jadi diskusi karena kebutuhan biaya ini cukup membebani APBN," jelasnya.

Amanna Gappa mengaku sudah menyampaikan hal tersebut ke Kementerian Perhubungan. Namun sampai saat ini, belum ada keputusan terkait perubahan rencana konstruksi .

"Kami sudah sampaikan juga ke Pak Wali. Ini kan sifatnya kebijakan, itu ada di top level karena menyangkut anggaran, tentu ini perlu kajian lebih dalam. Sekarang belum ada keputusan, yang jelas dokumen perencanaan kami masih di tanah," tegas Amanna Gappa.

Baca Juga: 55 Bidang Tanah di Maros Dibayarkan untuk Rel Kereta Api Sulsel

Saat ini pengerjaan proyek kereta api Makassar-Parepare terus dikebut untuk mengejar pengoperasian yang rencananya bakal dilakukan pada Oktober tahun 2022 ini.

Amanna Gappa mengungkapkan, yang sementara dibangun saat ini adalah segmen C atau segmen ketiga, dengan panjang kurang lebih 60 kilometer dari Pangkep menuju Maros.



"Secara umum, kegiatan konstruksi rata-rata sudah di atas 80 persen. Untuk di daerah Pangkep sekitar 90 persen, dan Maros 86 persen," ungkapnya.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Jogja Tujuan Favorit...
Jogja Tujuan Favorit Penumpang Kereta Api dari Jakarta saat Liburan
Pejalan Kaki Tewas Tertemper...
Pejalan Kaki Tewas Tertemper KA Cikarang-Kampung Bandan di Bekasi
Sambut Libur Panjang...
Sambut Libur Panjang Iduladha, KAI Daop 1 Jakarta Operasikan 9 Kereta Api Tambahan
KA Jaka Tingkir dan...
KA Jaka Tingkir dan KA Serayu Anjlok di Stasiun Pasar Senen, 6 Perjalanan Kereta Terlambat
Libur Kenaikan Yesus...
Libur Kenaikan Yesus Kristus, Penumpang Kereta Api Membeludak Tembus 196.302 Orang
Inul Daratista Geram...
Inul Daratista Geram Dituding Gila Hormat, Ungkap Alasan Petugas KAI Melayani Sambil Jongkok
3 Fakta Kereta Leo Express...
3 Fakta Kereta Leo Express dengan Rute Terpanjang di Eropa hingga 1.300 Km
8 Tips Beli Tiket Kereta...
8 Tips Beli Tiket Kereta Jakarta-Jogja Murah Untuk Liburan Hemat
Rekomendasi
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Berita Terkini
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
Hujan Diprediksi Guyur...
Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Jakarta Siang hingga Sore Hari Ini
CCTV Bundaran HI Dituding...
CCTV Bundaran HI Dituding Mati saat Demo Mahasiswa, Diskominfotik DKI Jakarta Buka Suara
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved