Mantan Gubernur DKI Ini Diprotes Emak-emak karena Buang Becak ke Laut
Minggu, 27 Maret 2022 - 19:46 WIB
loading...
A
A
A
Penghapusan becak bukannya tanpa hambatan. Gubernur DKI Jakarta periode 1987–1992 itu diprotes oleh tukang becak, pemilik becak, ibu-ibu, hingga anggota DPRD DKI. Tak heran, aksi demo menolak penghapusan becak marak di sejumlah tempat.
Demonstran menilai Pemprov DKI kejam, tidak manusiawi, dan tidak berpihak pada wong cilik. Bahkan, ada kabar menyebutkan seorang tukang becak bunuh diri karena kecewa dan frustrasi becaknya diambil petugas.
Baca juga: Warganet Unggah Foto Kemesraan Soekarno dan Kerennya Gaya Ali Sadikin
Akhirnya pada pertengahan Februari 1990, Wiyogo meminta maaf kepada ibu-ibu rumah tangga yang kesulitan lantaran penghapusan becak. “Saya mengakui membiasakan diri tanpa becak di lingkungan permukiman memang sulit. Tapi, apa boleh buat ini demi Jakarta, kota kita tercinta,” ujar Wiyogo.
Dengan dihapusnya becak, Pemprov DKI menyiapkan angkutan pengganti yakni bemo dan bajaj.
Diketahui, selain menjabat Gubernur DKI Jakarta, Wiyogo juga pernah menduduki posisi penting yakni Duta Besar Indonesia untuk Jepang. Kemudian, di institusi TNI Wiyogo pernah menjabat Panglima Kowilhan II (1981–1983) dan Pangkostrad (1978–1981).
Demonstran menilai Pemprov DKI kejam, tidak manusiawi, dan tidak berpihak pada wong cilik. Bahkan, ada kabar menyebutkan seorang tukang becak bunuh diri karena kecewa dan frustrasi becaknya diambil petugas.
Baca juga: Warganet Unggah Foto Kemesraan Soekarno dan Kerennya Gaya Ali Sadikin
Akhirnya pada pertengahan Februari 1990, Wiyogo meminta maaf kepada ibu-ibu rumah tangga yang kesulitan lantaran penghapusan becak. “Saya mengakui membiasakan diri tanpa becak di lingkungan permukiman memang sulit. Tapi, apa boleh buat ini demi Jakarta, kota kita tercinta,” ujar Wiyogo.
Dengan dihapusnya becak, Pemprov DKI menyiapkan angkutan pengganti yakni bemo dan bajaj.
Diketahui, selain menjabat Gubernur DKI Jakarta, Wiyogo juga pernah menduduki posisi penting yakni Duta Besar Indonesia untuk Jepang. Kemudian, di institusi TNI Wiyogo pernah menjabat Panglima Kowilhan II (1981–1983) dan Pangkostrad (1978–1981).
(jon)
Lihat Juga :