Serum Institute Bahas Moderasi Beragama Bersama PCNU dan Muhammadiyah
Minggu, 27 Maret 2022 - 14:27 WIB
loading...
Dialog kebangsaan yang bertema Urgensi Moderasi Beragama dalam Menyikapi Dinamika Kebangsaan di Makassar, Sabtu (26/3/2022). Foto/Muhaimin Sunusi
A
A
A
MAKASSAR - Society Research and Humanity Development (Serum) Institute mengggelar dialog kebangsaan yang bertema Urgensi Moderasi Beragama dalam Menyikapi Dinamika Kebangsaan di Makassar, Sabtu (26/3/2022).
Sejumlah narasumber yang dihadir diantaranya Ketua Tanfidziyah Kota Makassar Kaswad Sartono, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar Mujahid Abd Djabbar, Ketua FKUB Kota Makassar Prof Arifuddin Ahmad dan tokoh masyarakat Abdul Wahid.
Kaswad Sartono menyampaikan bahwa moderasi beragama memiliki beberapa prinsip dalam hidup berbangsa dan negara. Nahdlatul Ulama (NU) sendiri selalu menyatu dalam pemerintah yang disebut moderasi cara pandang atau perilaku kelompok dalam kehidupan beragama.
Baca Juga: NU dan Muhammadiyah Makassar Sepakat Aturan Pengeras Suara di Masjid
"Cara pandang dalam kehidupan ada dua, yakni ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Kemudian ada empat hal dalam moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan untuk mengawal kebersamaan dan kerukunan dalam latar belakang agama yang berbeda, tolerasi dalam umat beragama, menyakini dalam perbedaan, menghormati perbedaan, dan kerja sama harus ditingkatkan," katanya.
Sejumlah narasumber yang dihadir diantaranya Ketua Tanfidziyah Kota Makassar Kaswad Sartono, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar Mujahid Abd Djabbar, Ketua FKUB Kota Makassar Prof Arifuddin Ahmad dan tokoh masyarakat Abdul Wahid.
Kaswad Sartono menyampaikan bahwa moderasi beragama memiliki beberapa prinsip dalam hidup berbangsa dan negara. Nahdlatul Ulama (NU) sendiri selalu menyatu dalam pemerintah yang disebut moderasi cara pandang atau perilaku kelompok dalam kehidupan beragama.
Baca Juga: NU dan Muhammadiyah Makassar Sepakat Aturan Pengeras Suara di Masjid
"Cara pandang dalam kehidupan ada dua, yakni ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Kemudian ada empat hal dalam moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan untuk mengawal kebersamaan dan kerukunan dalam latar belakang agama yang berbeda, tolerasi dalam umat beragama, menyakini dalam perbedaan, menghormati perbedaan, dan kerja sama harus ditingkatkan," katanya.
Lihat Juga :