Kurangi Stunting, Yayasan Hadji Kalla Gelar Pelatihan Pembuatan MPASI
Selasa, 22 Maret 2022 - 09:59 WIB
loading...
Pelatihan pembuatan MPASI berbahan baku lokal kepada para ibu dan calon ibu yang digelar Yayasan Hadji Kalla (YHK) di Maccini Parang, Kota Makassar, Senin (21/3/2022). Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Yayasan Hadji Kalla (YHK) memberikan pelatihan pembuatan makanan pendamping ASI (MPASI) berbahan baku lokal kepada para ibu dan calon ibu, di Kelurahan Maccini Parang, Kota Makassar, Senin (21/3/2022).
Kegiatan yang menggandeng Jenewa Institut tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Yayasan Hadji Kalla dalam rangka pencegahan dan penurunan angka stunting. Program itu telah berlangsung sejak tiga tahun terakhir dan akan terus berlanjut.
Baca juga: Yayasan Hadji Kalla Beri Penguatan Kapasitas Kepala Sekolah dan Guru Madrasah
Pelatihan tersebut dihadiri oleh Lurah Kelurahan Maccini Parang, Sukri Abbas, Surahmansah Said selaku Direktur Eksekutif dari Jenewa Institute yang merupakan mitra Yayasan Hadji Kalla yang telah melakukan riset untuk memetakan kondisi stunting dan kiat pencegahannya di Kelurahan Maccini Parang.
Hadir pula Prof Veni Hadju selaku Guru Besar Ilmu Gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin sebagai pemateri dalam pelatihan. Officer Bidang Humanity dan Environment, Muh Jumadi sebagai wakil dari Yayasan Hadji Kalla juga turut hadir dalam pelatihan tersebut.
Sebanyak lebih 32 orang peserta hadir dalam pelatihan tersebut, terdiri dari petugas puskesmas, kader posyandu, remaja putri dan ibu hamil dari wilayah Kelurahan Maccini Parang.
Surahmansah Said menjelaskan bahwa pelatihan yang dilaksanakan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana.
"Alhamdulillah, pelatihan hari ini bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan perencanaan kita, di mana sebelum kegiatan ini kita lakukan, kita telah melakukan survei dan asesmen sebagai data awal kita melakukan pelatihan ini. Hal ini kita lakukan karena memang langkah yang dipilih dari Yayasan Hadji Kalla adalah tentang bagaimana menciptakan resep MP ASI yang terbuat dari bahan pangan lokal yang ada di wilayah ini," jelasnya.
Baca juga: Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana YHK Sasar Tiga Kabupaten
Peserta yang ikut dalam pelatihan terlihat sangat antusias. Dari paparan materi yang dijelaskan oleh pemateri, pertama dari Prof Veni Hadju yang menyampaikan materi tentang stunting dan langkah pencegahan stunting.
Kemudian yang kedua ada paparan resep MPASI yang dipraktikkan langsung oleh tim Jenewa Institute. Resepnya sendiri ada 18 macam yang nantinya akan digunakan sebagai MPASI di Kelurahan Maccini Parang.
Ada beberapa menu yang dibuat oleh para peserta di pelatihan tersebut yakni dari berbagai macam ikan dan juga sayuran. Dari ke-18 resep tersebut telah dibuatkan rekomendasi resep yang telah dicetak menjadi buku dan nantinya akan menjadi acuan bagi puskesmas.
"Tujuannya adalah untuk memberikan banyak pilihan kepada masyarakat apa-apa yang akan mereka berikan kepada para baduta (bawah dua tahun) mereka. Bahan yang dipilih ini betul-betul merupakan hasil pangan yang mudah kita temukan di pasar yang tentunya mudah untuk didapatkan oleh masyarakat, utamanya para ibu," lanjut Surahmansah.
Soal isu stunting Kelurahan Maccini Parang, merupakan hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar, di mana Kelurahan Maccini Parang merupakan salah satu daerah lokus stunting di Kota Makassar.
Muh Jumadi selaku perwakilan dari Yayasan Hadji Kalla berharap pelatihan ini dapat membawa dampak positif bagi masyarakat Kelurahan Maccini Parang terutama para ibu yang tengah mendampingi para anak-anaknya tumbuh dan berkembang.
Baca juga: Yayasan Kalla Dorong Kelompok Binaan Lebih Mandiri Lewat Usaha Menjahit
Lurah Maccini Parang, Sukri Abbas menyampaikan bahwa kasus stunting di wilayahnya masih termasuk di atas rata-rata wilayah dan angkanya bahkan mirip dengan angka nasional. Rumusnya adalah 1 dari 5 anak itu adalah stunting dan data tersebut sangat representatif di wilayah Kelurahan Maccini Parang.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Yayasan Hadji Kalla yang memang sangat mendukung kegiatan atau isu stunting ini. Bukan hanya itu, Yayasan Kalla juga kita lihat ikut terlibat dalam penanganan isu nasional ini. Harapan kami, bukan hanya terhenti di sini namun juga bisa terus berjalan di daerah-daerah lain," pungkasnya.
Kegiatan yang menggandeng Jenewa Institut tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Yayasan Hadji Kalla dalam rangka pencegahan dan penurunan angka stunting. Program itu telah berlangsung sejak tiga tahun terakhir dan akan terus berlanjut.
Baca juga: Yayasan Hadji Kalla Beri Penguatan Kapasitas Kepala Sekolah dan Guru Madrasah
Pelatihan tersebut dihadiri oleh Lurah Kelurahan Maccini Parang, Sukri Abbas, Surahmansah Said selaku Direktur Eksekutif dari Jenewa Institute yang merupakan mitra Yayasan Hadji Kalla yang telah melakukan riset untuk memetakan kondisi stunting dan kiat pencegahannya di Kelurahan Maccini Parang.
Hadir pula Prof Veni Hadju selaku Guru Besar Ilmu Gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin sebagai pemateri dalam pelatihan. Officer Bidang Humanity dan Environment, Muh Jumadi sebagai wakil dari Yayasan Hadji Kalla juga turut hadir dalam pelatihan tersebut.
Sebanyak lebih 32 orang peserta hadir dalam pelatihan tersebut, terdiri dari petugas puskesmas, kader posyandu, remaja putri dan ibu hamil dari wilayah Kelurahan Maccini Parang.
Surahmansah Said menjelaskan bahwa pelatihan yang dilaksanakan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana.
"Alhamdulillah, pelatihan hari ini bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan perencanaan kita, di mana sebelum kegiatan ini kita lakukan, kita telah melakukan survei dan asesmen sebagai data awal kita melakukan pelatihan ini. Hal ini kita lakukan karena memang langkah yang dipilih dari Yayasan Hadji Kalla adalah tentang bagaimana menciptakan resep MP ASI yang terbuat dari bahan pangan lokal yang ada di wilayah ini," jelasnya.
Baca juga: Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana YHK Sasar Tiga Kabupaten
Peserta yang ikut dalam pelatihan terlihat sangat antusias. Dari paparan materi yang dijelaskan oleh pemateri, pertama dari Prof Veni Hadju yang menyampaikan materi tentang stunting dan langkah pencegahan stunting.
Kemudian yang kedua ada paparan resep MPASI yang dipraktikkan langsung oleh tim Jenewa Institute. Resepnya sendiri ada 18 macam yang nantinya akan digunakan sebagai MPASI di Kelurahan Maccini Parang.
Ada beberapa menu yang dibuat oleh para peserta di pelatihan tersebut yakni dari berbagai macam ikan dan juga sayuran. Dari ke-18 resep tersebut telah dibuatkan rekomendasi resep yang telah dicetak menjadi buku dan nantinya akan menjadi acuan bagi puskesmas.
"Tujuannya adalah untuk memberikan banyak pilihan kepada masyarakat apa-apa yang akan mereka berikan kepada para baduta (bawah dua tahun) mereka. Bahan yang dipilih ini betul-betul merupakan hasil pangan yang mudah kita temukan di pasar yang tentunya mudah untuk didapatkan oleh masyarakat, utamanya para ibu," lanjut Surahmansah.
Soal isu stunting Kelurahan Maccini Parang, merupakan hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar, di mana Kelurahan Maccini Parang merupakan salah satu daerah lokus stunting di Kota Makassar.
Muh Jumadi selaku perwakilan dari Yayasan Hadji Kalla berharap pelatihan ini dapat membawa dampak positif bagi masyarakat Kelurahan Maccini Parang terutama para ibu yang tengah mendampingi para anak-anaknya tumbuh dan berkembang.
Baca juga: Yayasan Kalla Dorong Kelompok Binaan Lebih Mandiri Lewat Usaha Menjahit
Lurah Maccini Parang, Sukri Abbas menyampaikan bahwa kasus stunting di wilayahnya masih termasuk di atas rata-rata wilayah dan angkanya bahkan mirip dengan angka nasional. Rumusnya adalah 1 dari 5 anak itu adalah stunting dan data tersebut sangat representatif di wilayah Kelurahan Maccini Parang.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Yayasan Hadji Kalla yang memang sangat mendukung kegiatan atau isu stunting ini. Bukan hanya itu, Yayasan Kalla juga kita lihat ikut terlibat dalam penanganan isu nasional ini. Harapan kami, bukan hanya terhenti di sini namun juga bisa terus berjalan di daerah-daerah lain," pungkasnya.
(luq)
Lihat Juga :