Balita Asal Kabupaten Jeneponto Pendarahan Diduga Akibat Dicabuli
Selasa, 15 Maret 2022 - 20:11 WIB
loading...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
MAKASSAR - Balita berusia satu tahun di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban pencabulan . Akibat tindakan yang diterima, sang bayi harus dibawa ke rumah sakit karena mengalami pendarahan di alat vitalnya.
Korban, AI, awalnya dilarikan RSUD Lanto Daeng Pasewan, Kabupaten Jeneponto. Hanya saja, di sana korban tak mendapat perawatan, sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Unhas sekitar pukul 23.00 Wita.
Baca juga: Hakim Agung Amran Suadi Minta Pelaku Pemerkosaan Dihukum Kebiri
Kabar menyedihkan ini bermula dari sebuah unggahan di media sosial. Sebuah akun yang diduga keluarga korban membagikan informasi ini di Facebook.
Akun tersebut mengaku sebagai tante korban. Ia menuliskan bahwa keponakannya sedang dirawat di rumah sakit akibat tindakan pencabulan. Kendati begitu, tak ada identitas yang disebutkan sebagai pelaku.
"Haruskah bagaimana, keponakanku harus dirawat karena nyawanya terancam. Ia perdarahan hebat," tambahnya.
Apa yang menimpa AI ini dibenarkan oleh Kepala UPT Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jeneponto, Meisye Papayungan.
"Korban alami pendarahan hebat. Sedang di jalan ke Makassar didampingi polisi dan keluarganya," kata Meisye, saat dikonfirmasi, Selasa (15/3/2022).
Baca juga:LPAI Sayangkan Pelaku Pencabulan Anak di Jagakarsa Belum Ditangkap
Ia mengaku menerima aduan ini pada Senin 14 Maret sore. Pihaknya kemudian mengusulkan agar korban dirujuk ke Kota Makassar untuk mendapatkan perawatan intensif.
"Kami sudah koordinasi dengan penyidik dan P2TP2A di sana. Kami sudah urus untuk ke bedah anak dulu. Setidaknya dijahit dulu (lukanya). Jadi mungkin ke Rumah Sakit Wahidin atau Unhas. Kita dampingi," tukasnya
Setelah itu, baru dilakukan visum, sehingga diketahui alat vital korban mengalami robek yang diduga akibat dimasukan benda tumpul.
Korban yang sempat mendapatkan penanganan medis di RS Jeneponto sudah dievakuasi tim P2TP2A Sulsel ke RS Unhas Makassar , agar mendapat penanganan medis dari dokter spesialis di RS Unhas.
"Rumah sakit Unhas sudah lengkap dengan dokter spesialis dan perawatan inap lengkap, jadi kita fokus penyembuhan dulu dari kondisi kesehatan anak," ungkap Meisy.
Baca juga:Perkosa Bocah 6 Tahun di Jagakarsa, Tukang Siomay Keliling Jadi DPO
Jika kesehatan balita yang menderita luka pendarahan di alat vitalnya membaik, P2TP2A Sulsel berjanji akan segera melakukan asesmen lanjutan terhadap korban untuk mencari pelaku pencabulan.
"Setelah itu (proses penyembuhan) proses hukumnya dilanjutkan," katanya.
Korban, AI, awalnya dilarikan RSUD Lanto Daeng Pasewan, Kabupaten Jeneponto. Hanya saja, di sana korban tak mendapat perawatan, sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Unhas sekitar pukul 23.00 Wita.
Baca juga: Hakim Agung Amran Suadi Minta Pelaku Pemerkosaan Dihukum Kebiri
Kabar menyedihkan ini bermula dari sebuah unggahan di media sosial. Sebuah akun yang diduga keluarga korban membagikan informasi ini di Facebook.
Akun tersebut mengaku sebagai tante korban. Ia menuliskan bahwa keponakannya sedang dirawat di rumah sakit akibat tindakan pencabulan. Kendati begitu, tak ada identitas yang disebutkan sebagai pelaku.
"Haruskah bagaimana, keponakanku harus dirawat karena nyawanya terancam. Ia perdarahan hebat," tambahnya.
Apa yang menimpa AI ini dibenarkan oleh Kepala UPT Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jeneponto, Meisye Papayungan.
"Korban alami pendarahan hebat. Sedang di jalan ke Makassar didampingi polisi dan keluarganya," kata Meisye, saat dikonfirmasi, Selasa (15/3/2022).
Baca juga:LPAI Sayangkan Pelaku Pencabulan Anak di Jagakarsa Belum Ditangkap
Ia mengaku menerima aduan ini pada Senin 14 Maret sore. Pihaknya kemudian mengusulkan agar korban dirujuk ke Kota Makassar untuk mendapatkan perawatan intensif.
"Kami sudah koordinasi dengan penyidik dan P2TP2A di sana. Kami sudah urus untuk ke bedah anak dulu. Setidaknya dijahit dulu (lukanya). Jadi mungkin ke Rumah Sakit Wahidin atau Unhas. Kita dampingi," tukasnya
Setelah itu, baru dilakukan visum, sehingga diketahui alat vital korban mengalami robek yang diduga akibat dimasukan benda tumpul.
Korban yang sempat mendapatkan penanganan medis di RS Jeneponto sudah dievakuasi tim P2TP2A Sulsel ke RS Unhas Makassar , agar mendapat penanganan medis dari dokter spesialis di RS Unhas.
"Rumah sakit Unhas sudah lengkap dengan dokter spesialis dan perawatan inap lengkap, jadi kita fokus penyembuhan dulu dari kondisi kesehatan anak," ungkap Meisy.
Baca juga:Perkosa Bocah 6 Tahun di Jagakarsa, Tukang Siomay Keliling Jadi DPO
Jika kesehatan balita yang menderita luka pendarahan di alat vitalnya membaik, P2TP2A Sulsel berjanji akan segera melakukan asesmen lanjutan terhadap korban untuk mencari pelaku pencabulan.
"Setelah itu (proses penyembuhan) proses hukumnya dilanjutkan," katanya.
(luq)
Lihat Juga :