Ratusan Ekor Babi di Bartim Mati Terpapar ASF, Belum Ada Penanganan Pemerintah

Jum'at, 11 Maret 2022 - 11:24 WIB
loading...
Ratusan Ekor Babi di...
Kasus kematian babi akibat terpapar African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika di Kabupaten Barito Timur (Bartim) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus meningkat dua minggu terakhir. Foto SINDOnews
A A A
BARITO TIMUR - Kasus kematian babi akibat terpapar African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika di Kabupaten Barito Timur (Bartim) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus meningkat dua minggu terakhir. Pemerintah belum melakukan tindakan terkait kasus ASF ini.

Kades Gumpa, Salakman mengungkapkan, kasus kematian babi di desanya mulai muncul sejak dua minggu yang lalu. Kematian tersebut terus meningkat hingga mencapai sekitar 200 ekor. Baca juga: Harga Daging Babi Naik, Warga Thailand Beralih ke Daging Buaya



"Biasanya tiga hari demam langsung mati. Sampai saat ini belum ada penanganan, kalau babi mati biasanya warga langsung kubur," ungkapnya.

Sejumlah desa yang mengalami kasus ASF yakni Desa Lalap, Kotam dan Ampari Bura di Kecamatan Patangkep Tutui dan Desa Gumpa dan Desa Matarah di Kecamatan Dusun Timur.

Babi yang mati di Desa Gumpa rata-rata sudah besar, karena itu Salakman memperkirakan total kerugian akibat kematian babi mencapai ratusan juta rupiah.

"Kita rata-rata saja per ekor babi yang mati beratnya 30 kilogram, dikalikan 200 ekor, kemudian dikalikan harga daging babi Rp45 ribu per kilogram," urainya. Baca juga: Kelaparan Babi Hutan Masuk Permukiman Bikin Panik Warga Hambalang Bogor

Camat Patangkep Tutui, Nina Marissa membenarkan adanya kasus ASF di beberapa desa. Namun hingga kini Nina belum mendapatkan laporan dari pemerintah desa jumlah kematian babi. "Belum ada laporan masuk ke kami, mungkin ke dinas terkait," jawabnya saat dihubungi MNC Portal Jumat, (12/3/2022).

Terpisah, Dokter Hewan Akhmad Rizaldi mengatakan, tanda klinis babi yang terpapar ASF yakni kemerahan di bagian perut, dada dan scrotum. Selain itu, babi juga mengalami diare berdarah, kemerahan pada telinga, demam 41 derajat celsius, konjungtivitis, anoreksia, ataksia, paresis dan kejang.

Kadang babi juga mengalami muntah, diare atau sembelit, pendarahan kulit sianosis yang menyebabkan babi menjadi tertekan, telentang, kesulitan bernapas dan tidak mau makan.

Virus ASF juga sangat tahan hidup di cuaca dingin maupun panas, serta relatif lebih tahan terhadap disinfektan. Virus ini dapat menyebar melalui kontak langsung serangga, pakaian, peralatan peternakan, kendaraan dan pakan yang terkontaminasi seperti limbah bekas catering yang mengandung daging babi.

Hingga saat ini belum ditemukan vaksin untuk pencegahan ASF, karena itu peternak harus mewaspadai penyebaran ASF. "Penyakit ini penularannya cepat dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 persen, sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar," bebernya.

Data terakhir yang dirilis Dinas Perikanan dan Peternakan Barito Timur pada 16 Februari 2022, jumlah kematian babi telah mencapai 1.528 ekor. Rinciannya, dari Kecamatan Awang 1.147 ekor, Dusun Timur 167 ekor dan Kecamatan Benua Lima 214 ekor.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seskab Teddy Borong...
Seskab Teddy Borong 35 Sapi Boyolali, Peternak Lokal: Alhamdulillah Sangat Terbantu
Dorong Peternak Lahat...
Dorong Peternak Lahat Naik Kelas, Safri Dampingi Warga dan Salurkan Puluhan Kambing serta Sapi
Cetak Peternak Domba...
Cetak Peternak Domba Unggul, FIA UI-Boemi Farm Institute Gelar Sertifikasi di Sentul
Peternak Cihonje Banyumas...
Peternak Cihonje Banyumas Dilatih IoT dan Pengolahan Pupuk Organik
Tim Pengmas Unair Dampingi...
Tim Pengmas Unair Dampingi Peternak dan Warga dalam Pemberdayaan Berbasis Pentahelix
Entaskan Kemiskinan,...
Entaskan Kemiskinan, Baznas RI Luncurkan Program Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto
Qurban Incorporated:...
Qurban Incorporated: Menyatukan Ibadah, Menyebarkan Keadilan
Program MBG Tingkatkan...
Program MBG Tingkatkan Produktivitas dan Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Dari Panggung ke Kampung,...
Dari Panggung ke Kampung, Aura Kasih Mantap jadi Peternak Ayam dan Petani
Rekomendasi
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Berita Terkini
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved