Cegah Paham Radikalisme, Densus 88 Edukasi Warga Mallawa

Rabu, 09 Maret 2022 - 14:44 WIB
loading...
Cegah Paham Radikalisme,...
Suasana FGD pencegahan paham radikalisme di Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros melibatkan tokoh agama dan masyarakat setempat. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A A A
MAROS - Polres Maros bersama Densus 88 Antiteror Mabes Polri melaksanakan focus grup discussion (FGD) bersama masyarakat Kecamatan Mallawa, Rabu (9/3/2022). FGD dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Mallawa.

Kegiatan itu menghadirkan unsur Kepolisian, TNI dan pemerintah. Topik yang diangkat seputar pencegahan paham radikalisme, intoleran berkembang di masyarakat, khususnya Kabupaten Maros.

Baca juga:Jelajah Literasi Sekolah di Maros Sasar 14 Kecamatan

FGD juga dihadiri unsur Densus 88 Mabes Polri dan ulama. Tokoh agama dan para penyuluh agama hadir sebagai pembicara. Seluruh kepala desa serta tokoh masyarakat sebagai peserta FGD.

Ketua Tim Densus 88, KP Agus mengatakan, masyarakat Mallawa terbilang masih kaku dengan isu radikal. Penyebabnya bisa jadi karena ketidaktahuan, atau perbedaan pemahaman cenderung intoleran kepada pihak yang berbeda dengannya. Sehingga kurang mewaspadai perkembangan dan penyebaran paham intoleran dan radikal di tengah masyarakat.

"Data dari kami memang pelaku terorisme yang saat ini ada di Poso Sulawesi Tengah. Namun sebagai daerah penyangganya Sulawesi Selatan ini sudah kami profiling dan banyak di Sulsel dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ini," katanya.

Dia menambahkan, perkembangan paham-paham intoleran dan radikal bisa sangat cepat tersebar di masyarakat. Karena laju informasi di zaman saat ini sulit dibendung.

Baca juga:Maros Property Expo Berhasil Bukukan Transaksi Rp35 Miliar

"Jika hal ini terus dibiarkan maka beberapa tahun kedepan bangsa kita ini bisa hancur seperti negara Timur Tengah yang berkonflik," ungkapnya.

Untuk kelompok intoleran ini, mereka cenderung tidak bisa menerima perbedaan merasa hanya kelompok mereka yang paling benar. Sedangkan kelompok radikalis yang cenderung melakukan intoleran ke dalam prilaku nyata baik secara tindakan ataupun secara verbal.

Selain memberikan edukasi dan wawasan kebangsaan, Densus 88 juga menawarkan sistem pencegahan yang melibatkan semua unsur, dimulai dari tingkat desa, tingkat kecamatan sampai tingkat nasional dengan mensinergikan Babinsa, Bhabinkamtibmas, penyuluh agama, MUI, ormas dan para tokoh masyarakat.

Menurut Agus, mencegah berkembangnya paham menyimpang ini merupakan tanggung jawab bersama. Sehingga diperlukan kerja sama melalui program tangguh ideologi, dimulai dari lingkungan terkecil, RT/RW.

Baca juga:Pemkab Maros Target Tuntaskan Tata Batas 80 Desa pada 2023

"Harapan kami untuk kelompok kelompok inklusif ini dirangkul dan dimediasi sehingga mereka lebih terbuka," ujarnya.

Di akhir kegiatan tersebut, peserta FGD melakukan deklarasi menolak paham intoleran dan radikalisme di Kabupaten Maros.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siswa SMP Lempar Bom...
Siswa SMP Lempar Bom Molotov ke Sekolah di Kalbar, Densus 88: Terinspirasi Pelaku Kekerasan Luar Negeri
Pemuda Bogor Gelar Deklarasi...
Pemuda Bogor Gelar Deklarasi Peduli Kondusifitas dan Tolak Keras Radikalisme
Densus 88 Ungkap Terduga...
Densus 88 Ungkap Terduga Pelaku Ledakan SMA 72 Jakarta Kerap Kunjungi Dark Web
Sekolah Damai di Bali,...
Sekolah Damai di Bali, BNPT Cegah Paparan Ideologi Intoleran
Guru Besar UIN Syekh...
Guru Besar UIN Syekh Nurjati: Waspadai Politik Adu Domba Berkedok Agama di Medsos
Jelang HUT ke-80 RI,...
Jelang HUT ke-80 RI, Eks Napiter Ingatkan Ancaman Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Sinergi Sekolah-Densus...
Sinergi Sekolah-Densus 88: Perkuat Guru sebagai Lini Terdepan Pelindung Remaja dari Radikalisme
Terhubung dengan Radikalisme,...
Terhubung dengan Radikalisme, Telegram Memblokir Hampir 190.000 Akun Berbahaya
Rekomendasi
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved