FKCJ Minta Pemilihan Ketum KONI DKI Jangan Dibuat Gaduh
Selasa, 08 Maret 2022 - 14:33 WIB
loading...
Forum Kolaborasi Cabor Jakarta (FKCJ) meminta agar pemilihan calon Ketum KONI DKI Jakarta mendatang tidak dibuat gaduh.Foto/Ilustrasi/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Forum Kolaborasi Cabor Jakarta (FKCJ) meminta kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) untuk mencoret calon Ketum KONI DKI Jakarta yang diduga membuat kegaduhan dan melakukan money politic. Ini dilakukan agar pemilihan Ketum KONI DKI mendatang dapat berjalan mulus.
Inisiator FKCJ, Lucky V Kamba mengatakan, dalam pemilihan Ketum KONI DKI pembinaan atlet menjadi penting. Sebaiknya, pemilihan calon Ketum KONI DKI yang akan digelar pada 12 Maret 2022 di Hotel Century, Senayan, Jakarta Pusat, tidak terjadi kegaduhan.
"Pemilihan ketum KONI harus berjalan mulus, kasian cabor dan atlet jika terjadi gaduh," kata Lucky kepada wartawan Selasa (8/3/2022).
Lucky menuturkan, saat ini ada kelompok yang tekesan main ancam ke cabor-cabor. Dia menyarankan sebaiknya para calon mengikuti kontestasi musyawarah olahraga provinsi KONI DKI Jakarta dengan fair tanpa melakukan upaya di luar sportivitas yang telah disepakati.Baca: Jakarta Kembali PPKM Level 2, Wagub DKI: Jangan Lengah dan Abai Prokes
"Olahraga itu jangan juga dicampur dengan syahwat politik kelompok. Kasihan atlet, pelatih dan aspel yang ingin berjuang mengharumkan nama Jakarta. Jangan sampailah insiden di 2017 terjadi lagi yang berdampak pada atlet, aspel dan pelatih," tuturnya.
Inisiator FKCJ, Lucky V Kamba mengatakan, dalam pemilihan Ketum KONI DKI pembinaan atlet menjadi penting. Sebaiknya, pemilihan calon Ketum KONI DKI yang akan digelar pada 12 Maret 2022 di Hotel Century, Senayan, Jakarta Pusat, tidak terjadi kegaduhan.
"Pemilihan ketum KONI harus berjalan mulus, kasian cabor dan atlet jika terjadi gaduh," kata Lucky kepada wartawan Selasa (8/3/2022).
Lucky menuturkan, saat ini ada kelompok yang tekesan main ancam ke cabor-cabor. Dia menyarankan sebaiknya para calon mengikuti kontestasi musyawarah olahraga provinsi KONI DKI Jakarta dengan fair tanpa melakukan upaya di luar sportivitas yang telah disepakati.Baca: Jakarta Kembali PPKM Level 2, Wagub DKI: Jangan Lengah dan Abai Prokes
"Olahraga itu jangan juga dicampur dengan syahwat politik kelompok. Kasihan atlet, pelatih dan aspel yang ingin berjuang mengharumkan nama Jakarta. Jangan sampailah insiden di 2017 terjadi lagi yang berdampak pada atlet, aspel dan pelatih," tuturnya.
Lihat Juga :