Bocah 8 Tahun Hilang saat Mandi di Saluran Irigasi, SAR Cari Gunakan Alat Khusus Bawah Air
Minggu, 06 Maret 2022 - 10:25 WIB
loading...
Tim SAR gabungan lakukan pencarian terhadap anak tenggelam di irigasi.Foto/ist
A
A
A
BANDUNG - Tim SAR melakukan pencarian sejauh 2 KM terhadap seorang anak bernama Fajar Nuriski (8), yang tenggelam di irigasi Sungai Jembatan Badami, Kabupaten Karawang, sejak Sabtu (5/3/2022). Pencarian terus diperluas setelah hari pertama tak membuahkan hasil.
Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansah menyebutkan, pencarian hari kedua ini akan diupayakan menggunakan underwater search device (UWSD) yaitu satu set peralatan terbaru di Basarnas yang digunakan untuk melakukan pencarian di dalam air. Alat ini diharapkan bisa mempercepat penemuan korban pada kejadian kejadian yang ada di perairan.
Baca juga: Viral Anak Baduy Kebal Jarum Suntik Saat Divaksin, Begini Faktanya
"Hari ini direncanakan tiga SRU (search rescue unit) yang akan tersebar di beberapa titik. Jarak pencarian diperlebar hingga 2 KM dari lokasi awal," jelas Deden, Minggu (6/3/2022).
SRU 1 melakukan pencarian dari jembatan BTB 18 (Ciherang) sampai jembatan BTB 22 (Jatikarya) sejauh 2.2 Km. Personel akan melakukan pencarian menggunakan perahu karet dan peralatan UWSD (Under Water Search Device) milik Basarnas.
Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansah menyebutkan, pencarian hari kedua ini akan diupayakan menggunakan underwater search device (UWSD) yaitu satu set peralatan terbaru di Basarnas yang digunakan untuk melakukan pencarian di dalam air. Alat ini diharapkan bisa mempercepat penemuan korban pada kejadian kejadian yang ada di perairan.
Baca juga: Viral Anak Baduy Kebal Jarum Suntik Saat Divaksin, Begini Faktanya
"Hari ini direncanakan tiga SRU (search rescue unit) yang akan tersebar di beberapa titik. Jarak pencarian diperlebar hingga 2 KM dari lokasi awal," jelas Deden, Minggu (6/3/2022).
SRU 1 melakukan pencarian dari jembatan BTB 18 (Ciherang) sampai jembatan BTB 22 (Jatikarya) sejauh 2.2 Km. Personel akan melakukan pencarian menggunakan perahu karet dan peralatan UWSD (Under Water Search Device) milik Basarnas.
Lihat Juga :