Waspada Serangan Jantung pada Penyintas Covid-19, Ini yang Patut Dilakukan
Kamis, 03 Maret 2022 - 14:56 WIB
loading...
Rumah Sakit Jantung Diagram Siloam Hospitals mengadakan edukasi bincang sehat melalui kanal YouTube bertajuk ‘Serangan Jantung Pada Penyintas Covid -19. Foto: Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Rumah Sakit Jantung Diagram Siloam Hospitals mengadakan edukasi bincang sehat melalui kanal YouTube bertajuk ‘ Serangan Jantung Pada Penyintas Covid -19 . Pada kesempatan edukasi, dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Andrea Kartika Suryadharma sebagai narasumber edukasi yang diikuti oleh puluhan viewer.
Dikatakan Andrea, virus Sars Cov2 dapat merusak dan mempengaruhi fungsi jantung melalui beberapa mekanisme, salah satunya adalah melalui receptor ACE-2 yang terdapat pada berbagai macam organ, salah satunya jantung.
"Receptor ACE-2 inilah yang akan memediasi virus sehingga dapat memasuki sel," tutur dr. Andrea dalam keterangannya, Kamis (3/3/2022). Baca juga: Hindari Stroke dan Serangan Jantung, Penyintas Covid-19 Ini Imbau Ibu Hamil untuk Vaksin
Dia menjelaskan, infeksi virus Corona mampu merusak sel jantung secara langsung dan juga dapat menyebabkan peradangan (inflamasi) lebih lanjut terutama saat terjadi respons imun berlebih atau yang sering disebut dengan badai sitokin. Sehingga, sambungnya, mengakibatkan kerusakan pada sel-sel pembuluh darah (disfungsi endotel), berpotensi mengganggu stabilitas plak aterosklerotik, dan juga mencetuskan kondisi hiperkoagulabilitas pada darah.
Dikatakan Andrea, virus Sars Cov2 dapat merusak dan mempengaruhi fungsi jantung melalui beberapa mekanisme, salah satunya adalah melalui receptor ACE-2 yang terdapat pada berbagai macam organ, salah satunya jantung.
"Receptor ACE-2 inilah yang akan memediasi virus sehingga dapat memasuki sel," tutur dr. Andrea dalam keterangannya, Kamis (3/3/2022). Baca juga: Hindari Stroke dan Serangan Jantung, Penyintas Covid-19 Ini Imbau Ibu Hamil untuk Vaksin
Dia menjelaskan, infeksi virus Corona mampu merusak sel jantung secara langsung dan juga dapat menyebabkan peradangan (inflamasi) lebih lanjut terutama saat terjadi respons imun berlebih atau yang sering disebut dengan badai sitokin. Sehingga, sambungnya, mengakibatkan kerusakan pada sel-sel pembuluh darah (disfungsi endotel), berpotensi mengganggu stabilitas plak aterosklerotik, dan juga mencetuskan kondisi hiperkoagulabilitas pada darah.
Lihat Juga :