Komplotan Pembuat Ratusan Surat Antigen Palsu Libatkan 3 Petugas Bandara Soetta
Jum'at, 25 Februari 2022 - 14:04 WIB
loading...
Komplotan pembuat surat antigen palsu di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) ternyata melibatkan 3 oknum petugas. Foto: MPI/Isty Maulidya
A
A
A
TANGERANG - Komplotan pembuat surat antigen palsu di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) ternyata melibatkan 3 oknum petugas. Aksi mereka terbongkar pada 23 Februari 2022 setelah beraksi selama 5 bulan terakhir.
Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Sigit Dany Setiyono mengungkapkan, 3 tersangka, yaitu MSF, S dan HF, merupakan pegawai di lingkungan Bandara Soekarno-Hatta. Sementara satu tersangka lain yaitu AR, merupakan pegawai harian lepas di kelurahan Kampung Melayu Barat.
Baca juga: Polisi Gulung Komplotan Pembuat Ratusan Surat Antigen Palsu di Bandara Soetta
"Ini ada oknum dari petugas yang bertugas di Bandara Soekarno-Hatta, maka dari itu kami hadir bersama dengan seluruh stakeholder bahwa kita sama-sama komitmen, oknum harus ditindak dan dikeluarkan dari penugasan di bandara," ujar Sigit dalam konferensi pers, Jumat (25/2/2022).
Para tersangka memiliki peran masing-masing, mulai dari mencari calon korban hingga menerbitkan surat palsu. Mereka umumnya mengincar calon penumpang pesawat domestik yang terburu-buru datang ke bandara dan tidak sempat untuk melakukan tes swab Antigen.
Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Sigit Dany Setiyono mengungkapkan, 3 tersangka, yaitu MSF, S dan HF, merupakan pegawai di lingkungan Bandara Soekarno-Hatta. Sementara satu tersangka lain yaitu AR, merupakan pegawai harian lepas di kelurahan Kampung Melayu Barat.
Baca juga: Polisi Gulung Komplotan Pembuat Ratusan Surat Antigen Palsu di Bandara Soetta
"Ini ada oknum dari petugas yang bertugas di Bandara Soekarno-Hatta, maka dari itu kami hadir bersama dengan seluruh stakeholder bahwa kita sama-sama komitmen, oknum harus ditindak dan dikeluarkan dari penugasan di bandara," ujar Sigit dalam konferensi pers, Jumat (25/2/2022).
Para tersangka memiliki peran masing-masing, mulai dari mencari calon korban hingga menerbitkan surat palsu. Mereka umumnya mengincar calon penumpang pesawat domestik yang terburu-buru datang ke bandara dan tidak sempat untuk melakukan tes swab Antigen.
Lihat Juga :