Pelaku Utama Kasus Penganiayaan Dikeluarkan dari SMA 3 Palopo

Kamis, 24 Februari 2022 - 20:36 WIB
loading...
Pelaku Utama Kasus Penganiayaan...
Aparat kepolisian mengamakan enam orang yang saat itu diduga terkait dalam kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap siswa SMA Negeri 3 Palopo. Foto: Dokumentasi polisi
A A A
PALOPO - Pelaku utama kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap siswa berinisial MT (15), yakni BD dikeluarkan dari sekolahnya SMA Negeri 3 Palopo. Korban MT merupakan siswa di sekolah yang sama.

Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Palopo, Haeruddin menerangkan, BD telah mengaku sebagai pelaku utama penyekapan dan penganiayaan terhadap MT di Sekretariat SIPALA SMA Negeri 3 Palopo pada 7 Februari 2022 lalu.

Baca juga:Siswa SMA di Palopo Dianiaya dan Disekap Teman Sendiri di Sekolah

"Hasil rapat pihak sekolah memutuskan, mengeluarkan BD sebagai siswa SMA Negeri 3 Palopo. Sementara, untuk 4 orang rekannya, pelaku lainnya, masih menunggu hasil pemeriksaan polisi," ujar Haeruddin.

Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Palopo menyampaikan, pihak sekolah tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran disiplin oleh siswa selama ini. Apalagi terkait pelanggaran pidana.

"Hasil pemeriksaan polisi sementara menyebutkan 4 pelaku lain yang juga merupakan siswa kami, melakukan perbuatannya tersebut atas dasar keterpaksaan," ujarnya.

"Tapi itu pengakuan mereka. Pihak sekolah kembali akan menentukan sikap atau sanksi bagi 4 orang siswa ini setelah status hukum mereka jelas, maksudnya sejauh mana keterlibatan mereka," lanjutnya.

Haeruddin, berjanji akan menjaga muruah dan nama baik SMA Negeri 3. "Nama baik sekolah pasti kami jaga, termasuk nama baik siswa kami dan masa depan mereka, kami akan berusaha bersikap adil dalam menyikapi persoalan ini," tegasnya.

Baca juga:Larang Pacar Minum Miras, Gadis Cantik di Manado Ditonjok hingga Bonyok

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sulsel Wilayah Palopo, Tien Suharti kepada SINDOnews mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut. Dirinya sudah menggelar rapat dengan pihak SMA Negeri 3 Palopo dan menegur kepala sekolahnya.

"Ada beberapa hasil pertemuan kami, di antaranya menutup pintu ke luar sekolah selama jam belajar berlangsung, hanya memfungsikan satu saja pintu ke luar dan masuk siswa termasuk guru dan tamu," ujarnya.

Dinas Pendidikan Sulsel , melalui Cabdis, mendukung upaya penindakan siswa yang melanggar disiplin di seluruh sekolah SMA sederajat. "Kami dukung keputusan sekolah, mengeluarkan siswa tersebut, pelaku dalam peristiwa ini," ujarnya.

Sementara itu, keluarga korban, MT (15) menolak upaya damai dari keluarga pelaku. Bahkan pihak korban, mendesak para pelaku dikeluarkan dari sekolah mereka.

"Kami paham beberapa pelaku masih berumur 17 tahun. Tetapi ini merupakan sebuah tindak pidana yang sangat disayangkan. Kami minta seluruh pelaku dikeluarkan dari sekolah," ujar orang tua korban.

"Karena jika tidak ada sanksi pidana dan dikeluarkan dari sekolah, siswa lain akan berkesimpulan bahwa tidak ada hukuman dalam kasus kekerasan jika pelaku masih di bawah umur. Kasus ini akan menjadi patron bagi anak di Kota Palopo yang akan mendorong munculnya kembali kasus-kasus yang sama," kuncinya.

Baca juga:Penganiayaan Brutal, Pelajar di Bandung Barat Meregang Nyawa Ditusuk Belati

Sebelumnya diberitakan, MT disekap dan dianiaya oleh sejumlah siswa satu sekolahnya. Saat itu, polisi mengamankan enam orang terduga pelaku. Namun, hanya lima yang mengakui terlibat dalam kejadian tersebut.

Akibat penganiayaan itu, MT mengalami memar dan luka serius di bagian kepala, hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit selama kurang lebih lima hari.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
Jadi Sekolah Unggulan,...
Jadi Sekolah Unggulan, SMA Al Hikmah Surabaya Bangun Pembelajaran Berbasis Riset-Karakter
Kasus Wanita Disekap...
Kasus Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Uya Kuya Desak Polisi Tangkap Pelaku
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Rekomendasi
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
UGM Masuk Peringkat...
UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Berita Terkini
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved