HIPMI Jatim Apresiasi Strategi Gubernur Khofifah Pacu Perdagangan
Kamis, 24 Februari 2022 - 13:08 WIB
loading...
Strategi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk memacu kinerja perdagangan Jatim ke berbagai provinsi di tanah air menuai apresiasi dari HIPMI Jatim. Foto SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - Strategi Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa untuk memacu kinerja perdagangan Jatim ke berbagai provinsi di tanah air menuai apresiasi dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim. Organisasi para pengusaha muda itu mendukung langkah Pemprov Jatim untuk terus mengakselerasi perdagangan Jatim ke berbagai daerah di Indonesia.
”Misi dagang dan investasi Jatim ke berbagai provinsi merupakan strategi jitu untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Pasar produk yang dihasilkan para pelaku usaha di Jatim akan semakin berkembang, yang ujungnya adalah pembukaan lapangan kerja baru,” ujar Ketua Umum BPD HIPMI Jatim Rois Sunandar Maming, Kamis (24/2/2022).
Terbaru, Pemprov Jatim menggelar misi dagang di Palu, Sulawesi Tengah. Berdasarkan data Pemprov Jatim, misi dagang di Sulteng menghasilkan transaksi Rp104,91 miliar. Sebanyak 40 pelaku usaha asal Jatim mengikuti misi dagang tesebut. Baca juga: Bangun Kemandirian Fiskal, Khofifah Minta Kepala Daerah Berinovasi Genjot PAD
Di antaranya Tenun Ikat ATBM Telaga Sari, aneka produk kulit, keramik dan granit tile, batik Gedog Tuban, batik Canting Wira, makanan, produk-produk hortikultura, pupuk organik, cerutu, dan sebagainya. ”HIPMI Jatim juga mengirimkan anggota serta produknya agar bisa mendapat pasar yang lebih luas, sehingga otomatis penjualan mereka akan meningkat,” ujar Rois.
Rois menambahkan, pasar dalam negeri sangat prospektif. Dan hal itu harus ditangkap oleh para pelaku usaha di Jatim. Apalagi, dalam situasi pandemi COVID-19 saat ini, pasar ekspor juga makin penuh dengan tantangan dan restriksi.
”Kalau kita bisa mengoptimalkan pasar dalam negeri, artinya produk Jatim masuk ke berbagai provinsi, jumlahnya akan sangat besar. Tidak kalah dengan pasar ekspor. Maka kekuatan pasar dalam negeri yang besar ini, dengan populasi mencapai lebih dari 250 juta jiwa, harus benar-benar kita garap,” ujar Rois.
”Misi dagang dan investasi Jatim ke berbagai provinsi merupakan strategi jitu untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Pasar produk yang dihasilkan para pelaku usaha di Jatim akan semakin berkembang, yang ujungnya adalah pembukaan lapangan kerja baru,” ujar Ketua Umum BPD HIPMI Jatim Rois Sunandar Maming, Kamis (24/2/2022).
Terbaru, Pemprov Jatim menggelar misi dagang di Palu, Sulawesi Tengah. Berdasarkan data Pemprov Jatim, misi dagang di Sulteng menghasilkan transaksi Rp104,91 miliar. Sebanyak 40 pelaku usaha asal Jatim mengikuti misi dagang tesebut. Baca juga: Bangun Kemandirian Fiskal, Khofifah Minta Kepala Daerah Berinovasi Genjot PAD
Di antaranya Tenun Ikat ATBM Telaga Sari, aneka produk kulit, keramik dan granit tile, batik Gedog Tuban, batik Canting Wira, makanan, produk-produk hortikultura, pupuk organik, cerutu, dan sebagainya. ”HIPMI Jatim juga mengirimkan anggota serta produknya agar bisa mendapat pasar yang lebih luas, sehingga otomatis penjualan mereka akan meningkat,” ujar Rois.
Rois menambahkan, pasar dalam negeri sangat prospektif. Dan hal itu harus ditangkap oleh para pelaku usaha di Jatim. Apalagi, dalam situasi pandemi COVID-19 saat ini, pasar ekspor juga makin penuh dengan tantangan dan restriksi.
”Kalau kita bisa mengoptimalkan pasar dalam negeri, artinya produk Jatim masuk ke berbagai provinsi, jumlahnya akan sangat besar. Tidak kalah dengan pasar ekspor. Maka kekuatan pasar dalam negeri yang besar ini, dengan populasi mencapai lebih dari 250 juta jiwa, harus benar-benar kita garap,” ujar Rois.
Lihat Juga :