Histeris! Siswa SD Menangis Ketakutan Nyaris Disapu Banjir saat Hendak Berangkat Sekolah di Sikka
Kamis, 24 Februari 2022 - 08:17 WIB
loading...
Puluhan pelajar SD di Desa Aibura, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, NTT, nyaris diterjang banjir saat hendak berangkat sekolah. Foto/iNews TV/Joni Nura
A
A
A
SIKKA - Banjir yang menerjang Sungai Liangawo, nyaris menelan korban jiwa para pelajar SD di Dusun Liangawo, Desa Aibura, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, NTT. Para pelajar tersebut, hendak menyeberangi sungai untuk berangkat sekolah.
Baca juga: Lebar Kali Mampang Disebut Tak Sesuai Ukuran Normal 20 Meter
Peristiwa tersebut terekam video amatir warga. Dalam video terlihat para pelajar menangis histeris karena ketakutan saat langkah mereka menyeberangi sungai dihentikan warga, yang meminta untuk tidak melintas karena arus sungai sangat deras.
Salah satu warga Desa Aibura, Laurensius Liko mengatakan, kejadian serupa kerap terjadi karena tidak adanya jembatan penghubung. Apalagi, hujan dengan intensitas tinggi seperti yang terjadi beberapa hari belakangan, memicu banjir sering melanda wilayah itu.
Baca juga: Miris! Wanita Paruh Baya di Manokwari Diduga Tenggelamkan 2 Anaknya Lalu Bunuh Diri
"Terjadinya setiap tahun tapi tergantung dari curah hujan. Kalau misalnya curah hujannya sangat tinggi seperti tadi, debit air di kali itu pasti sangat besar. Kadang anak-anak bisa lewat, tapi anak-anak TK atau SD yang kelas 1, 2, 3 masih kecil, jadi mereka kesulitan lewat kalau banjirnya besar," ujar Laurensius Liko yang mengaku menjabat sebagai RT di Desa Aibura.
Dijelaskannya, bahwa puluhan pelajar itu berdomisili di Desa Aibura, sedangkan lokasi sekolahnya berada di Desa Wairbleler, Kecamatan Waigete. Sementara itu, anggota DRPD Kabupaten Sikka, Wens Wege menjelaskan, perencanaan pengerjaan jembatan di Liangawo sudah dilakukan.
Baca juga: Strategi Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi, Pimpin Gerilyawan dari Hutan Usir VOC Belanda
"Pak Bupati sudah ada perencanaan untuk pengerjaan jembatan di Liangawo, untuk anak-anak sekolah serta penduduk desa, karena jembatan itu sangat dibutuhkan sebagai penghubung antara Desa Aibura dengan Desa Wairbleler," tegasnya.
Baca juga: Lebar Kali Mampang Disebut Tak Sesuai Ukuran Normal 20 Meter
Peristiwa tersebut terekam video amatir warga. Dalam video terlihat para pelajar menangis histeris karena ketakutan saat langkah mereka menyeberangi sungai dihentikan warga, yang meminta untuk tidak melintas karena arus sungai sangat deras.
Salah satu warga Desa Aibura, Laurensius Liko mengatakan, kejadian serupa kerap terjadi karena tidak adanya jembatan penghubung. Apalagi, hujan dengan intensitas tinggi seperti yang terjadi beberapa hari belakangan, memicu banjir sering melanda wilayah itu.
Baca juga: Miris! Wanita Paruh Baya di Manokwari Diduga Tenggelamkan 2 Anaknya Lalu Bunuh Diri
"Terjadinya setiap tahun tapi tergantung dari curah hujan. Kalau misalnya curah hujannya sangat tinggi seperti tadi, debit air di kali itu pasti sangat besar. Kadang anak-anak bisa lewat, tapi anak-anak TK atau SD yang kelas 1, 2, 3 masih kecil, jadi mereka kesulitan lewat kalau banjirnya besar," ujar Laurensius Liko yang mengaku menjabat sebagai RT di Desa Aibura.
Dijelaskannya, bahwa puluhan pelajar itu berdomisili di Desa Aibura, sedangkan lokasi sekolahnya berada di Desa Wairbleler, Kecamatan Waigete. Sementara itu, anggota DRPD Kabupaten Sikka, Wens Wege menjelaskan, perencanaan pengerjaan jembatan di Liangawo sudah dilakukan.
Baca juga: Strategi Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi, Pimpin Gerilyawan dari Hutan Usir VOC Belanda
"Pak Bupati sudah ada perencanaan untuk pengerjaan jembatan di Liangawo, untuk anak-anak sekolah serta penduduk desa, karena jembatan itu sangat dibutuhkan sebagai penghubung antara Desa Aibura dengan Desa Wairbleler," tegasnya.
(eyt)
Lihat Juga :