Hujan Deras Guyur Tompobulu, Jembatan Penghubung Desa Rusak Parah
Senin, 21 Februari 2022 - 18:36 WIB
loading...
Arus sungai yang sangat deras tersebut mengakibatkan jembatan Dusun Damma yang menjadi penghubung dua desa di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros mengalami rusak parah. Foto: SINDOnews/Najmi S Limonu
A
A
A
MAROS - Hujan yang mengguyur Kabupaten Maros sejak dua hari terakhir membuat arus Sungai Tompobulu menjadi deras. Kondisi tersebut mengakibatkan jembatan Dusun Damma yang menjadi penghubung dua desa di Kecamatan Tompobulu mengalami rusak parah.
Camat Tompobulu, Yusriadi Arief, mengatakan jembatan rusak ini terjadi pada Minggu (20/2/2022) sekitar pukul 22.00 WITA. "Hujan terjadi cukup deras dan intens mengakibatkan debit air sungai meluap dan merusak jembatan penghubung ini," ujarnya.
Dia mengatakan jembatan yang rusak diterjang air sungai tersebut merupakan penghubung dua desa, yakni Desa Bonto Manai dan Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu. Keberadaan jembatan gantung tersebut sangat vital dan membantu warga sekitar. Pasalnya, jembatan itu biasa digunakan warga sehari-hari, khususnya anak sekolah.
Baca Juga: Jembatan di Palopo Retak, Masyarakat Diarahkan Gunakan Jalur Alternatif
"Jembatan ini merupakan akses warga desa untuk beraktifitas sehari-hari, utamanya anak-anak sekolah. Banyak warga Desa Bonto Manai yang sekolah di Desa Bonto Manurung," ujarnya.
Yusriadi mengakui masih ada akses lain yang menjadi penghubung dua desa tersebut. Hanya saja warga desa harus memutar dengan jarak tempuh yang cukup jauh.
Camat Tompobulu, Yusriadi Arief, mengatakan jembatan rusak ini terjadi pada Minggu (20/2/2022) sekitar pukul 22.00 WITA. "Hujan terjadi cukup deras dan intens mengakibatkan debit air sungai meluap dan merusak jembatan penghubung ini," ujarnya.
Dia mengatakan jembatan yang rusak diterjang air sungai tersebut merupakan penghubung dua desa, yakni Desa Bonto Manai dan Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu. Keberadaan jembatan gantung tersebut sangat vital dan membantu warga sekitar. Pasalnya, jembatan itu biasa digunakan warga sehari-hari, khususnya anak sekolah.
Baca Juga: Jembatan di Palopo Retak, Masyarakat Diarahkan Gunakan Jalur Alternatif
"Jembatan ini merupakan akses warga desa untuk beraktifitas sehari-hari, utamanya anak-anak sekolah. Banyak warga Desa Bonto Manai yang sekolah di Desa Bonto Manurung," ujarnya.
Yusriadi mengakui masih ada akses lain yang menjadi penghubung dua desa tersebut. Hanya saja warga desa harus memutar dengan jarak tempuh yang cukup jauh.
Lihat Juga :