RMI NU Jakarta: Pondok Pesantren Butuh Alat Swab Antigen Bersertifikat Halal
Kamis, 17 Februari 2022 - 21:00 WIB
loading...
Ketua Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) DKI Rakhmad Zailani Kiki meminta pemerintah menggunakan alat swab antigen produk dalam negeri yang bersertifikasi halal. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Ketua Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) DKI Jakarta Rakhmad Zailani Kiki meminta pemerintah menggunakan alat swab antigen produk dalam negeri yang sudah bersertifikasi halal.
“Pondok pesantren butuh alat swab antigen yang bersertifikat halal demi kenyamanan beribadah,” ujar Rakhmad dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/2/2022).
Baca juga: Sambut Harlah Ke-99, PWNU DKI Luncurkan Halal Centre NU
Menurut dia, masyarakat ingin tenang dan nyaman ketika melakukan swab antigen produk dalam negeri yang sudah mengantongi sertifikasi halal. Dia menyampaikan alat swab antigen yang berasal dari impor belum jelas status sertifikasi halalnya.
“Padahal, itu sangat penting untuk dipastikan guna kenyamanan pondok pesantren dalam beribadah,” ucapnya.
Saat ini, banyak pesantren yang sedang kesulitan mendapatkan alat swab antigen karena alat swab antigen sendiri sedang mengalami kelangkaan. “Sehingga tidak bisa dilakukannya screening Covid-19 secara rutin oleh para santri,” tuturnya.
“Pondok pesantren butuh alat swab antigen yang bersertifikat halal demi kenyamanan beribadah,” ujar Rakhmad dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/2/2022).
Baca juga: Sambut Harlah Ke-99, PWNU DKI Luncurkan Halal Centre NU
Menurut dia, masyarakat ingin tenang dan nyaman ketika melakukan swab antigen produk dalam negeri yang sudah mengantongi sertifikasi halal. Dia menyampaikan alat swab antigen yang berasal dari impor belum jelas status sertifikasi halalnya.
“Padahal, itu sangat penting untuk dipastikan guna kenyamanan pondok pesantren dalam beribadah,” ucapnya.
Saat ini, banyak pesantren yang sedang kesulitan mendapatkan alat swab antigen karena alat swab antigen sendiri sedang mengalami kelangkaan. “Sehingga tidak bisa dilakukannya screening Covid-19 secara rutin oleh para santri,” tuturnya.
Lihat Juga :