Sirkuit Formula E Bisa Rampung Dalam 3 Bulan, Begini Penjelasan Detailnya

Rabu, 16 Februari 2022 - 21:44 WIB
loading...
Sirkuit Formula E Bisa...
Vice Managing Director Formula E Gunung Kartiko.Foto/MPI/Muhammad Refi Sandi
A A A
JAKARTA - Penyelenggara Formula E Jakarta menanggapi komentar miring pembangunan sirkuit balapan tersebut tidak akan rampung dalam waktu tiga bulan. Panitia balapan mobil listrik ini menyatakan spesifikasi sirkuit Formula E berbeda dengan Sirkuit Mandalika.

Vice Managing Director Formula E Gunung Kartiko mengatakan, spesifikasi lintasan balap Formula E Ancol, Jakarta Utara berbeda dengan Sirkuit Mandalika yang digunakan untuk event MotoGP. Perbedaan tersebut di antaranya, sirkuit di Mandalika yang diperuntukkan bagi MotoGP tidak diperbolehkan ada bumpy.

Karena keselamatan pebalap lebih diutamakan di sepanjang trek itu."Di Mandalika kan graffel. Sementara kalau untuk balapan mobil di sepanjang lintasan itu ada barrier tinggi kemudian ada fansnya nah itu kan beda," kata Gunung kepada awak media usai rapat dengan Komisi C di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (16/2/2022).

Dia melanjutkan, balapan Formula E itu tipikalnya adu kecepatan di jalan raya. Sehingga trek lintasan untuk Formula E itu city trek. Di mana aspal yang digunakan merupakan aspal jalan raya.

"Kalau ada yang bicara bahwa enggak bakal selesai nih 3 bulan. Karena bangun Mandalika saja berbulan-bulan, ya memang speknya beda gitu ya," ujarnya. Baca: Ini Bocoran Harga Tiket Balapan Formula E Jakarta

Gunung menuturkan, estimasi target pembangunan lintasan balap Formula E tuntas pada April 2022 mendatang. Namun, harus mempersiapkan supporting pengamanan seperti barrier dan lainnya.

"Apabila trek sudah tuntas kita harus siapkan supportingnya, kita passang barriernya itu masih cukup waktu," tuturnya. Gunung melanjutkan, saat ini progres pengerjaan lintasan Formula E masih dalam fase awal yaitu pengerasan tanah.

"Sekarang kita lagi diposisi fase awal, itu pengerjaan tanah. Jadi tanahnya yang tadinya lembek atau apa, kita keraskan. Ada teknik khusus yang dilakukan supaya tanah itu sebelum kita kasih base A dan base B sebelum dikasih material kasih aspal itu sudah bagus," ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aksi Formula E Berlanjut...
Aksi Formula E Berlanjut ke Sanya, Saksikan Live di VISION+
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan...
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan Akun dan Verifikasi KK Jenjang SMA dan SMK Telah Dibuka
KJP Juni 2026 Belum...
KJP Juni 2026 Belum Cair? Simak Prediksi Tanggal Pencairan dan Cara Mengurusnya
Rekomendasi
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Berita Terkini
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Infografis
3 Alasan Rusia Bisa...
3 Alasan Rusia Bisa Ubah Prancis Menjadi Chernobyl Raksasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved