Penentuan Huntap Bagi Penyintas Banjir Bandang Diserahkan ke Masyarakat
Rabu, 16 Februari 2022 - 16:19 WIB
loading...
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani pada kegaiatan penyerahan kunci huntap kepada 43 korban banjir bandang. Foto: Protokoler Pemkab Luwu Utara
A
A
A
LUWU UTARA - Penentuan dan pembagian hunian tetap (huntap) bagi penyintas banjir bandang di Desa Radda, Baebunta Selatan, Luwu Utara akan diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat setempat, dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan desa.
Hal ini diutarakan Kalaksa BPBD Luwu Utara, Muslim Muhtar saat mendampingi Bupati Indah Putri Indriani menyerahkan kunci huntap kepada 43 kepala keluarga penyintas banjir bandang di Dusun Petambua, Desa Radda, Baebunta, Selasa (15/2/2022).
Baca juga:Suwarjiman Tetap Produktif di Tengah Keterbatasan, Indah: Saya Banyak Belajar
“Mekanisme penentuan pemilik dan penyerahan huntap ini kita serahkan sepenuhnya kepada pemerintah kecamatan, desa, serta masyarakat terkait,” kata Muslim.
Setelah mekanisme tersebut, BPBD menerima data, ada 43 KK yang berhak menerima kunci.
Sementara itu, Bupati Indah Putri Indriani yang menyerahkan kunci tersebut mengapresiasi proses penentuan dan pemberian kunci huntap. “Terima kasih karena masyarakat sendiri yang menentukan skala prioritas pembagian huntap ini,” kata Indah.
Baca juga:Masa Persiapan Pemilu 2024 Panjang, Bupati Lutra Harap Kualitas Demokrasi Kian Baik
Dia mengatakan, proses penentuan huntap dilakukan setelah dirinya mendengar banyak masukan dari berbagai pihak agar penentuan huntap dikembalikan ke pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat.
“Setelah mendengar banyak masukan, saya segera sampaikan ke BPBD, kita kembalikan ke pemerintah kecamatan/desa untuk menentukan skala prioritas yang akan lebih dulu diserahkan kunci huntap yang berada di lahan IPLT Dusun Petambua ini,” beber Indah.
Bupati perempuan pertama di Provinsi Sulawesi Selatan ini mengungkapkan, 43 unit huntap yang dibangun di atas lahan milik IPLT tersebut sudah tidak ada masalah lagi. “Semuanya sudah clear,” terang Indah, yang juga istri dari Anggota DPR RI, Muhammad Fauzi.
Baca juga:Sanksi Tegas Menanti Pedagang Minyak Goreng Nakal di Lutra
Untuk diketahui, pendataan yang dilakukan BPBD di Desa Radda terdapat 118 rumah yang masuk kategori rusak berat dan berhak mendapatkan huntap. Nah, dalam perjalannya, ada 47 kepala keluarga yang ingin dibangunkan huntap di atas lahan sendiri.
Tersisa 71 KK yang ingin dibangunkan huntap di atas lahan yang disediakan pemerintah (exsitu). Dan 43 huntap yang kuncinya telah diserahkan Bupati bisa segera ditempati. Sementara sisanya, 28 KK, harus menunggu giliran. 43 huntap ini dibangun oleh Domus.
Hal ini diutarakan Kalaksa BPBD Luwu Utara, Muslim Muhtar saat mendampingi Bupati Indah Putri Indriani menyerahkan kunci huntap kepada 43 kepala keluarga penyintas banjir bandang di Dusun Petambua, Desa Radda, Baebunta, Selasa (15/2/2022).
Baca juga:Suwarjiman Tetap Produktif di Tengah Keterbatasan, Indah: Saya Banyak Belajar
“Mekanisme penentuan pemilik dan penyerahan huntap ini kita serahkan sepenuhnya kepada pemerintah kecamatan, desa, serta masyarakat terkait,” kata Muslim.
Setelah mekanisme tersebut, BPBD menerima data, ada 43 KK yang berhak menerima kunci.
Sementara itu, Bupati Indah Putri Indriani yang menyerahkan kunci tersebut mengapresiasi proses penentuan dan pemberian kunci huntap. “Terima kasih karena masyarakat sendiri yang menentukan skala prioritas pembagian huntap ini,” kata Indah.
Baca juga:Masa Persiapan Pemilu 2024 Panjang, Bupati Lutra Harap Kualitas Demokrasi Kian Baik
Dia mengatakan, proses penentuan huntap dilakukan setelah dirinya mendengar banyak masukan dari berbagai pihak agar penentuan huntap dikembalikan ke pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat.
“Setelah mendengar banyak masukan, saya segera sampaikan ke BPBD, kita kembalikan ke pemerintah kecamatan/desa untuk menentukan skala prioritas yang akan lebih dulu diserahkan kunci huntap yang berada di lahan IPLT Dusun Petambua ini,” beber Indah.
Bupati perempuan pertama di Provinsi Sulawesi Selatan ini mengungkapkan, 43 unit huntap yang dibangun di atas lahan milik IPLT tersebut sudah tidak ada masalah lagi. “Semuanya sudah clear,” terang Indah, yang juga istri dari Anggota DPR RI, Muhammad Fauzi.
Baca juga:Sanksi Tegas Menanti Pedagang Minyak Goreng Nakal di Lutra
Untuk diketahui, pendataan yang dilakukan BPBD di Desa Radda terdapat 118 rumah yang masuk kategori rusak berat dan berhak mendapatkan huntap. Nah, dalam perjalannya, ada 47 kepala keluarga yang ingin dibangunkan huntap di atas lahan sendiri.
Tersisa 71 KK yang ingin dibangunkan huntap di atas lahan yang disediakan pemerintah (exsitu). Dan 43 huntap yang kuncinya telah diserahkan Bupati bisa segera ditempati. Sementara sisanya, 28 KK, harus menunggu giliran. 43 huntap ini dibangun oleh Domus.
(luq)
Lihat Juga :