Gubernur Khofifah Usulkan 20 Desa di Jatim Jadi Desa Devisa
Rabu, 16 Februari 2022 - 11:26 WIB
loading...
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi produsen kopi di lereng Gunung Wilis Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.Foto/ist
A
A
A
MADIUN - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa optimistis desa-desa di Jatim memiliki potensi untuk dikembangkan. Untuk itu, orang nomor satu di Jatim itu mengusulkan ke Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) agar 20 desa di Jatim menjadi desa devisa.
Untuk Kabupaten Madiun diusulkan sebanyak dua desa devisa. Diantaranya Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo, Madiun dengan Kampung Batiknya. Selanjutnya yang prioritas untuk tahun ini adalah produsen kopi di lereng Gunung Wilis Desa Kare Kecamatan Kare , Kabupaten Madiun. "Dengan desa devisa ini diharapkan bisa menjadi penyokong kesejahteraan masyarakat desa," kata Khofifah, Rabu (16/2/2022).
Baca juga: Siswa di Lamongan Belajar di Ruang Kelas yang Terendam Banjir Luapan Anak Bengawan Solo
Desa Devisa digagas oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebagai program pendampingan berbasis pengembangan masyarakat atau komunitas (community development). Dalam program ini, desa yang memiliki produk unggulan dengan orientasi ekspor berkesempatan mengembangkan potensinya.
Akses terhadap pasar yang lebih luas dan pendampingan pengolahan produk ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakatnya.
“Saya berkeliling menyiapkan desa devisa sebelum dilakukan assesment oleh LPEI. Sekarang kita mendapatkan kuota 15 Desa Devisa. Tetapi saat ini yang telah siap ada 20 desa. Kita akan mengajukan semua," terang Khofifah.
Mantan Menteri Sosial (Mensos) ini menambahkan, pada Oktober tahun 2021, baru 3 desa yang sudah disetujui oleh LPEI dan sudah mendapatkan penguatan sebagai desa devisa. Ketiga desa tersebut berada di Gresik, Sidoarjo, dan Banyuwangi.
Untuk Kabupaten Madiun diusulkan sebanyak dua desa devisa. Diantaranya Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo, Madiun dengan Kampung Batiknya. Selanjutnya yang prioritas untuk tahun ini adalah produsen kopi di lereng Gunung Wilis Desa Kare Kecamatan Kare , Kabupaten Madiun. "Dengan desa devisa ini diharapkan bisa menjadi penyokong kesejahteraan masyarakat desa," kata Khofifah, Rabu (16/2/2022).
Baca juga: Siswa di Lamongan Belajar di Ruang Kelas yang Terendam Banjir Luapan Anak Bengawan Solo
Desa Devisa digagas oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebagai program pendampingan berbasis pengembangan masyarakat atau komunitas (community development). Dalam program ini, desa yang memiliki produk unggulan dengan orientasi ekspor berkesempatan mengembangkan potensinya.
Akses terhadap pasar yang lebih luas dan pendampingan pengolahan produk ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakatnya.
“Saya berkeliling menyiapkan desa devisa sebelum dilakukan assesment oleh LPEI. Sekarang kita mendapatkan kuota 15 Desa Devisa. Tetapi saat ini yang telah siap ada 20 desa. Kita akan mengajukan semua," terang Khofifah.
Mantan Menteri Sosial (Mensos) ini menambahkan, pada Oktober tahun 2021, baru 3 desa yang sudah disetujui oleh LPEI dan sudah mendapatkan penguatan sebagai desa devisa. Ketiga desa tersebut berada di Gresik, Sidoarjo, dan Banyuwangi.
Lihat Juga :