Unjuk Rasa Warga di Enrekang Ricuh, Pagar Kantor Bupati Ambruk
Selasa, 15 Februari 2022 - 20:20 WIB
loading...
Massa aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Enrekang ricuh, Selasa (15/2/2022). Foto: SINDOnews/Aris Bafauzi
A
A
A
ENREKANG - Aliansi Masyarakat Massenrempulu (AMPU) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Enrekang , Selasa (15/2/2022). Unjuk rasa itu diwarnai kericuhan, hingga membuat pagar Kantor Bupati ambruk.
Aksi yang dilakukan AMPU ini terkait penggusuran lahan milik warga Kamasean, Kecamatan Maiwa. Mereka mempertanyakan kebijakan Bupati yang mengeluarkan rekomendasi pembaharuan HGU seluas 3.267 hektare untuk pengembangan kelapa sawit PTPN XIV.
Baca juga:Didemo LSM, PTPN XIV Tegaskan Tak Gusur Lahan Warga Enrekang
Adapun kericuhan yang terjadi dipicu rasa kecewa massa lantaran tak kunjung ditemui Bupati . Oleh karena itu, massa mencoba merangsek masuk menerobos pagar yang dijaga aparat, hingga ambruk
"Kenapa selalu ada yang diutus, apa Bupati tidak berani bertemu dengan warganya sendiri. Kami akan terus berada di Kantor Bupati sampai bapak Bupati menemui," tegas Rahmawati, salah satu perwakilan aksi.
Menurut Rahmawati, masyarakat terdampak penggusuran berunjuk rasa karena merasa dipermainkan oleh kebijakan Bupati , yang mengakibatkan warga kehilangan ratusan hektare tanaman sumber penghidupan.
Baca juga:Dituding Gusur Lahan Warga di Enrekang, PTPN XIV Bilang Begini
"Bupati tidak memikirkan dampak dari pengusiran yang dilakukan PTPN kepada warga. Banyak kini warga yang tak punya lagi pekerjaan dan bahkan jatuh sakit. Apa alasan Bupati keluarkan surat rekomendasi yang berdampak sengsarakan warga di Kamasean," tambah Rahma.
Pemkab Enrekang melalui Asisten II didampingi Kabag Hukum sempat menemui pengunjuk rasa, memberitahu jika Bupati sedang ada agenda lain di luar kantor.
Aksi yang dilakukan AMPU ini terkait penggusuran lahan milik warga Kamasean, Kecamatan Maiwa. Mereka mempertanyakan kebijakan Bupati yang mengeluarkan rekomendasi pembaharuan HGU seluas 3.267 hektare untuk pengembangan kelapa sawit PTPN XIV.
Baca juga:Didemo LSM, PTPN XIV Tegaskan Tak Gusur Lahan Warga Enrekang
Adapun kericuhan yang terjadi dipicu rasa kecewa massa lantaran tak kunjung ditemui Bupati . Oleh karena itu, massa mencoba merangsek masuk menerobos pagar yang dijaga aparat, hingga ambruk
"Kenapa selalu ada yang diutus, apa Bupati tidak berani bertemu dengan warganya sendiri. Kami akan terus berada di Kantor Bupati sampai bapak Bupati menemui," tegas Rahmawati, salah satu perwakilan aksi.
Menurut Rahmawati, masyarakat terdampak penggusuran berunjuk rasa karena merasa dipermainkan oleh kebijakan Bupati , yang mengakibatkan warga kehilangan ratusan hektare tanaman sumber penghidupan.
Baca juga:Dituding Gusur Lahan Warga di Enrekang, PTPN XIV Bilang Begini
"Bupati tidak memikirkan dampak dari pengusiran yang dilakukan PTPN kepada warga. Banyak kini warga yang tak punya lagi pekerjaan dan bahkan jatuh sakit. Apa alasan Bupati keluarkan surat rekomendasi yang berdampak sengsarakan warga di Kamasean," tambah Rahma.
Pemkab Enrekang melalui Asisten II didampingi Kabag Hukum sempat menemui pengunjuk rasa, memberitahu jika Bupati sedang ada agenda lain di luar kantor.
(luq)
Lihat Juga :