Remaja di Rappocini Diamuk Massa Usai Ancam Pemuda Pakai Busur
Selasa, 15 Februari 2022 - 19:54 WIB
loading...
Seorang remaja di Rappocini diamankan polisi setelah diamuk massa gegara melakukan pengancaman ke warga. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Seorang remaja laki-laki berinisial AS (14) jadi bulan-bulanan warga di Jalan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Ia dihakimi massa lantaran diduga mengancam seorang pemuda dengan busur. Korban dugaan pengancaman itu berinisial RH (20).
Kapolsek Rappocini, Kompol Amrin AT menerangkan, peristiwa itu terjadi pada Senin 14 Februari 2022 sekira pukul 00.30 WITA. "Anggota mengamankan lelaki AS dari amukan warga . Pelaku mengalami luka lebam di bagian mata kiri dan kepala," katanya, Selasa (15/2/2022).
Baca Juga: Bayi Berusia 14 Bulan di Makassar Terkena Busur OTK
Menurut Armin, remaja tanggung itu bekerja sebagai tukang parkir minimarket di kawasan Minasa Upa. AS diamankan berikut barang bukti satu buah anak panah berikut ketapelnya yang digunakan untuk mengancam korban, RH. Beruntung korban meminta tolong ke warga.
Mantan Kapolsek Tallo itu menceritakan, awalnya pelaku bersama beberapa rekan sebayanya nongkrong. Saat itu korban juga melintas dengan beberapa orang pemuda. Tetiba pelaku mendengar ucapan 'musuh nu itu musuhnu itu'. "Sehingga pelaku tersinggung dan mengejar anak-anak tersebut," ujarnya.
Kapolsek Rappocini, Kompol Amrin AT menerangkan, peristiwa itu terjadi pada Senin 14 Februari 2022 sekira pukul 00.30 WITA. "Anggota mengamankan lelaki AS dari amukan warga . Pelaku mengalami luka lebam di bagian mata kiri dan kepala," katanya, Selasa (15/2/2022).
Baca Juga: Bayi Berusia 14 Bulan di Makassar Terkena Busur OTK
Menurut Armin, remaja tanggung itu bekerja sebagai tukang parkir minimarket di kawasan Minasa Upa. AS diamankan berikut barang bukti satu buah anak panah berikut ketapelnya yang digunakan untuk mengancam korban, RH. Beruntung korban meminta tolong ke warga.
Mantan Kapolsek Tallo itu menceritakan, awalnya pelaku bersama beberapa rekan sebayanya nongkrong. Saat itu korban juga melintas dengan beberapa orang pemuda. Tetiba pelaku mendengar ucapan 'musuh nu itu musuhnu itu'. "Sehingga pelaku tersinggung dan mengejar anak-anak tersebut," ujarnya.
Lihat Juga :