Hadapi Mudik, Pemprov Perketat Pengawasan di 9 Pintu Masuk Jatim

Kamis, 23 April 2020 - 20:19 WIB
loading...
Hadapi Mudik, Pemprov...
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat update Covid-19 di Gedung Negara Grahadi. Foto/SINDOnews/Dok
A A A
SURABAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mulai Kamis (24/4/2020) pukul 24.00 WIB akan memperketat pengawasan terhadap arus mudik ke Jatim.

Setidaknya, setidaknya ada 9 titik pintu masuk ke Jatim. Antara lain dari Banyuwangi, Tuban, Rembang, Ponogoro, Pacitan, Bojonegoro, Ngawi dan Magetan dua titik.

Gubernur Jatim Khofifah mengatakan, pengetatan di pintu masuk Jatim ini menyusul adanya larangan mudik dari pemerintah. Menurutnya, hari ini setidaknya ada 13.430 orang Jatim yang melakukan mudik dari berbagai tempat perantauan. Mereka mudik menggunakan moda transportasi laut dan darat. “Pintu penyekat akan makin disolidkan. Kita akan lakukan pemeriksaan secara berlapis,” kata Khofifah saat update Covid-19 di Gedung Negara Grahadi, Kamis (23/4/2020).

Jika sudah terlanjur masuk ke Jatim, kata dia, pemudik harus menjalani karantina. Ruang karantina ini atau tempat observasi dan isolasi sudah disiapkan baik desa maupun kelurahan di Jatim. Setidaknya sekitar 86,3 persen dari total desa dan kelurahann di Jatim sudah memiliki ruang isolasi.

Saat ini, sudah ada Ada 406 ruang isolasi di desa maupun kelurahan yang sudah dipakai. Sedangkan jumlah warga yang menjalani karantina sebanyak 2.521 orang. “Untuk langkah perlindungan pada mereka (yang dikarantina), masing masing desa diharapkan bisa melakukan pengawsasan,” kata Khofifah.

Data Pemprov Jatim menunjukkan, hingga Kamis (23/4/2020) jumlah pasien positif Covid-19 bertambah 23 orang menjadi 662 orang. Sebanyak 23 orang itu terdiri dari 11 orang dari Surabaya, 1 Kabupaten Malang, 1 Kabupaten Lamongan, 2 Kota Malang, 5 Kabupaten Sidoarjo 1 Kabupaten Ponorogo dan 4 Kabupaten Bojonegoro.

Sedangkan pasien yang sembuh bertambah 15 orang menjadi 127 orang. Ke-15 orang pasien positif Covid-19 yang sembuh itu terdiri dari 3 dari Kabupaten Tulungagung, 1 Kota Malang, 1 Kabupaten Trenggalek, dan 10 dari Kota Surabaya. Untuk pasien yang meninggal dunai bertambah 6 orang yang semua dari Kota Surabaya. Sehingga jumlah total pasien yang meninggal dunia sebanyak 66 orang. Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) naik menjadi 2.412 dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) naik menjadi 17.625 orang.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Delapan Pintu Masuk...
Delapan Pintu Masuk Jatim Disekat, Pemudik Jangan Nekat
Rekomendasi
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Berita Terkini
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Infografis
8 Kepolisian Terbaik...
8 Kepolisian Terbaik di Dunia 2025, Apakah Polri Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved