Seorang Warga Lutra Terpapar Virus Corona di Lutim
Jum'at, 12 Juni 2020 - 16:04 WIB
loading...
Seorang warga Lutra dilaporkan terpapar virus corona baru alias covid di daerah tetangga yakni Lutim. Foto/Ilustrasi
A
A
A
MASAMBA - Tim Gerak Cepat Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Utara (Lutra) terus bergerak melakukan berbagai upaya menekan penyebaran virus corona baru alias covid-19. Terlebih, setelah adanya seorang warga Lutra yang terjangkit corona di Kabupaten Luwu Timur (Lutim).
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lutra, Komang Krisna, menyampaikan pihaknya langsung melakukan contact tracing di Desa Mulyorejo. Upaya pelacakan tetap dilakukan meski kasus terdata di daerah tetangga.
Baca Juga: Tak Ada Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Lutra Sejak Akhir Mei
“Kami menerima laporan dari Dinas Kesehatan Lutim bahwa ada satu warga Lutra terkonfirmasi positif covid-19, tapi kasus ini tercatat di data Covid Lutim. Itulah kemudian kami langsung contact tracing di Desa Mulyorejo, Sukamaju Selatan,” jelasnya.
Di samping melakukan pelacakan kontak erat pasien positif, Komang menyebut pihaknya juga gencar melakukan rapid test umum. Terbaru digelar di Pasar Rakyat Kecamatan Bonebone, Kamis (11/06/20) kemarin. Dari 108 pedagang dan pembeli yang menjalani pemeriksaan, ada satu orang reaktif.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lutra, Komang Krisna, menyampaikan pihaknya langsung melakukan contact tracing di Desa Mulyorejo. Upaya pelacakan tetap dilakukan meski kasus terdata di daerah tetangga.
Baca Juga: Tak Ada Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Lutra Sejak Akhir Mei
“Kami menerima laporan dari Dinas Kesehatan Lutim bahwa ada satu warga Lutra terkonfirmasi positif covid-19, tapi kasus ini tercatat di data Covid Lutim. Itulah kemudian kami langsung contact tracing di Desa Mulyorejo, Sukamaju Selatan,” jelasnya.
Di samping melakukan pelacakan kontak erat pasien positif, Komang menyebut pihaknya juga gencar melakukan rapid test umum. Terbaru digelar di Pasar Rakyat Kecamatan Bonebone, Kamis (11/06/20) kemarin. Dari 108 pedagang dan pembeli yang menjalani pemeriksaan, ada satu orang reaktif.
Lihat Juga :