Kabupaten Kebumen Deklarasi New Normal, Ganjar: Ojo Kesusu!
Jum'at, 12 Juni 2020 - 14:04 WIB
loading...
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat dimintai tanggapan meminta agar pemerintah daerah tidak terburu-buru mengambil kebijakan new normal. FOTO/DOK.HUMAS PEMPROV JATENG
A
A
A
SEMARANG - Kabupaten Kebumen secara terang-terangan mendeklarasikan penerapan normal baru ( new normal ) menyusul tidak adanya kasus positif di daerah itu.
Deklarasi new normal dilakukan oleh Pemkab Kebumen dengan menggelar apel pasukan pada Kamis (11/6/2020). Bahkan, deklarasi itu diwarnai aksi sujud syukur dan cukur gundul Bupati Kebumen Yazid Mahfudz serta sejumlah pejabat lainnya.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dimintai tanggapan meminta agar pemerintah daerah tidak terburu-buru mengambil kebijakan new normal . Pasalnya, tidak adanya kasus COVID-19 belum menjadi patokan agar penerapan normal baru segera dilakukan.(Baca juga: Syukuran Nihil COVID-19 dan New Normal, Bupati Ikut Cukur Gundul Massal )
"Ini mesti saya sampaikan, kalau ada mau normal baru, itu bukan hari ini nol terus normal baru. Minimal 14 hari konsisten apa tidak, kita tunggu selama masa itu. Kalau konsisten boleh (normal baru). Lebih ideal lagi kita tunggu sebulan," katanya ditemui usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD Jateng, Jumat (12/6/2020).
Tidak adanya kasus COVID di suatu daerah lanjut Ganjar pasti membuat semuanya senang. Ia tidak mempermasalahkan adanya perayaan terkait prestasi itu. "Tapi ojo kesusu (jangan buru-buru), saya khawatir normal baru itu diterjemahkan seperti kejadian tidak ada COVID. Saya saja tadi ngecek Pasar Mangkang Semarang contohnya, di sana ya suasananya sama saja seperti tidak terjadi apa-apa. Ini kan bahaya," katanya.
Deklarasi new normal dilakukan oleh Pemkab Kebumen dengan menggelar apel pasukan pada Kamis (11/6/2020). Bahkan, deklarasi itu diwarnai aksi sujud syukur dan cukur gundul Bupati Kebumen Yazid Mahfudz serta sejumlah pejabat lainnya.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dimintai tanggapan meminta agar pemerintah daerah tidak terburu-buru mengambil kebijakan new normal . Pasalnya, tidak adanya kasus COVID-19 belum menjadi patokan agar penerapan normal baru segera dilakukan.(Baca juga: Syukuran Nihil COVID-19 dan New Normal, Bupati Ikut Cukur Gundul Massal )
"Ini mesti saya sampaikan, kalau ada mau normal baru, itu bukan hari ini nol terus normal baru. Minimal 14 hari konsisten apa tidak, kita tunggu selama masa itu. Kalau konsisten boleh (normal baru). Lebih ideal lagi kita tunggu sebulan," katanya ditemui usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD Jateng, Jumat (12/6/2020).
Tidak adanya kasus COVID di suatu daerah lanjut Ganjar pasti membuat semuanya senang. Ia tidak mempermasalahkan adanya perayaan terkait prestasi itu. "Tapi ojo kesusu (jangan buru-buru), saya khawatir normal baru itu diterjemahkan seperti kejadian tidak ada COVID. Saya saja tadi ngecek Pasar Mangkang Semarang contohnya, di sana ya suasananya sama saja seperti tidak terjadi apa-apa. Ini kan bahaya," katanya.
Lihat Juga :