Relawan Berani Bangkit Bantu Pendonor ASI untuk Bayi Korban Covid-19
Selasa, 01 Februari 2022 - 14:07 WIB
loading...
Relawan Berani Bangkit memberikan bantuan berupa Kulkas Freezer dan botol Asi ukuran 100 Mill kepada Ibu Tina dan donatur lainnya agar dapat melanjutkan aksi mulianya. Foto: SINDOnews/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kiasatina Amalia, satu dari segelintir orang yang rela mendonorkan air susu ibu (ASI) untuk anak-anak yang lain. Ibu Tina rela memompa asinya untuk dimanfaatkan ke sejumlah bayi yang kurang beruntung akibat Covid-19.
Ibu Tina mengaku sikap dermawan itu muncul setelah dirinya membaca berita tentang banyaknya ibu yang meninggal karena Covid-19. Pikirannya kemudian tertuju kepada bayi yang ditinggal orang tuanya.
Baca juga: 62 Persen Nakes Kesulitan Pertahankan Ibu Berikan ASI Eksklusif Selama Pandemi
Berangkat dari rasa iba pada bayi-bayi itu, Tina mulai memompa ASI-nya dan ditempatkan ke dalam wadah, kemudian menawarkan ASI nya secara gratis di media sosial dan diberikan kepada yang membutuhkan.
Aksi ibu Tina ini pun mendapatkan simpati dari sejumlah ibu-ibu lain. Mereka pun ingin melakukan hal serupa.
"Tidak perlu menunggu kaya untuk berbagi, tidak perlu menunggu sukses untuk memberi, tidak perlu menunggu hebat untuk menjadi orang yang berguna bagi orang lain, saya berbagi dengan apa yang saya miliki," ucap Tina.
Bagi orang lain mungkin memberikan ASI adalah hal yang sepele. Akan tetapi menjadi sesuatu yang luar biasa bagi bayi-bayi yang tidak bisa mendapatkan ASI karena kehilangan ibunya karena covid-19.
Ibu Tina mengaku sikap dermawan itu muncul setelah dirinya membaca berita tentang banyaknya ibu yang meninggal karena Covid-19. Pikirannya kemudian tertuju kepada bayi yang ditinggal orang tuanya.
Baca juga: 62 Persen Nakes Kesulitan Pertahankan Ibu Berikan ASI Eksklusif Selama Pandemi
Berangkat dari rasa iba pada bayi-bayi itu, Tina mulai memompa ASI-nya dan ditempatkan ke dalam wadah, kemudian menawarkan ASI nya secara gratis di media sosial dan diberikan kepada yang membutuhkan.
Aksi ibu Tina ini pun mendapatkan simpati dari sejumlah ibu-ibu lain. Mereka pun ingin melakukan hal serupa.
"Tidak perlu menunggu kaya untuk berbagi, tidak perlu menunggu sukses untuk memberi, tidak perlu menunggu hebat untuk menjadi orang yang berguna bagi orang lain, saya berbagi dengan apa yang saya miliki," ucap Tina.
Bagi orang lain mungkin memberikan ASI adalah hal yang sepele. Akan tetapi menjadi sesuatu yang luar biasa bagi bayi-bayi yang tidak bisa mendapatkan ASI karena kehilangan ibunya karena covid-19.
Lihat Juga :