Ribuan Data Penerima Bansos Terdampak COVID-19 di DIY Ganda

Kamis, 11 Juni 2020 - 23:10 WIB
loading...
Ribuan Data Penerima...
Rakor virtual DPD bersama BPKP dan pemerintah desa dalam rangka pengawas penggunaan dana desa untuk penanggulangan COVID-19. FOTO/SINDOnews/SUHARJONO
A A A
YOGYAKARTA - Ribuan data penerima bantuan sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diketahui ganda, baik nama maupun nomor induk kependudukan (NIK). Hal ini diketahui dari hasil monitoring yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DIY .

Kepala BPKP DIY, Slamet Tulus Wahyana mengatakan, pihaknya akan menyampaikan langsung temuan ini kepada masing-masing kabupaten/kota dan Pemda DIY .

"Secara rinci, penerima ganda untuk bantuan sosial tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebanyak 1.597 Keluarga penerima manfaat (KPM), Program Keluarga Harapan (PKH) dan BLT 1.481 KPM, dan BLT dan bantuan sembako sebanyak 1.910 KPM," kata saat rapat koordinasi virtual dengan DPD RI mengenai penggunaan dana desa untuk penanggulangan COVID-19 di Yogyakarta, Kamis (11/6/2020).(Baca juga: Ketua Kadin Kota Pekalongan Masuk Daftar Penerima Bansos )

Dijelaskan, BPKP DIY sudah membuat analisa dan melihat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Namun demikian, ternyata data yang muncul merupakan data lama. "Jadi perlu ada pembaharuan data bersama," katanya.

Kepala Desa Kedundang, Temon, Kulonprogo, Abdul Rosyid mengatakan pihaknya sedang fokus pada dana desa yang akan digunakan untuk pemberian BLT tahap kedua. Saat ini saja pihaknya harus beberapa kali menggelar musyawarah desa (Musdes). "Harapan kami data tidak berubah-ubah sehingga data bisa menggunakan data desa. Kami harus menjelaskan ke warga dan memang sulit," katanya.

Anggota DPD RI, Cholid Mahmud memaparkan, secara umum penyaluran BLT Dana Desa di DIY sudah berjalan. Diakuinya terjadi permasalahan di tingkat bawah karena regulasinya bermacam-macam dari berbagai instansi dan tidak terpadu. "Pada raker DPD RI dengan Kementerian Keuangan beberapa waktu lalu sebenarnya DPD RI menginginkan agar bansos bisa cepat tersalurkan, pintunya jangan terlalu banyak. Yang di bawah mumet. Betapa tidak sederhananya. Regulasi datang susul menyusul. Ini yang harus dipecahkan," katanya.

Dilanjutkan, data kependudukan memang dinamis setiap saat berubah cepat, menggunakan data 2019 pun pasti ada error-nya. "Apalagi menggunakan data dari tahun-tahun yang dulu. Inilah problem ketatanegaraan kita," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PNM Peduli Salurkan...
PNM Peduli Salurkan Bantuan Sosial kepada Guru Honorer SDK Wukur di NTT
Pemkot Yogyakarta Lakukan...
Pemkot Yogyakarta Lakukan Sweeping Daycare Pascakasus Kekerasan Anak di Little Aresha
Musrenbang RKPD DIY...
Musrenbang RKPD DIY 2027, Kemendagri Tekankan Integrasi Kebijakan Pusat-Daerah
Hanta Yuda Rasyid Berikan...
Hanta Yuda Rasyid Berikan Santunan Ramadan kepada 3.000 Driver Ojol
Ramadan 2026, Dua Yayasan...
Ramadan 2026, Dua Yayasan Terima Bantuan Pendidikan dari BRI Insurance
Perkuat Implementasi...
Perkuat Implementasi ESG, LPCK Dorong Keberlanjutan Sosial dan Kepedulian Lingkungan
Indodax Distribusikan...
Indodax Distribusikan Hewan Kurban ke Lima Titik Wilayah di Aceh
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
Prabowo Instruksikan...
Prabowo Instruksikan Sinkronisasi Data Bansos, 88 Daerah Jadi Prioritas Pengentasan Kemiskinan
Rekomendasi
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
Infografis
6 Alasan Ribuan Narapidana...
6 Alasan Ribuan Narapidana Masuk Islam di Penjara AS Setiap Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved