alexametrics

Pesawat Piper Navajo hilang

Tim DVI mulai data identitas korban

loading...
Tim DVI mulai data identitas korban
Tim DVI dari Polda Kaltim mulai mendata identitas korban pesawat Piper Navajo (foto: Awaluddin Jalil/Sindonews)
A+ A-
Sindonews.com - Posko Tim Search and Recue (SAR) pencarian pesawat Piper Navajo PA-31 yang hilang di Taman Nasional Kutai (TNK), Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim) mulai mencari data identitas korban.

Berpusat di Bandara Temindung, Samarinda, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kaltim mulai mencari data korban dari para keluarga dekat. Hal-hal seperti ciri fisik, pakaian yang dipakai, atribut dan lainnya mulai di data. Tidak hanya itu, data kebiasaan korban juga dicari, misalnya kebiasaan menaruh barang atau aksesoris.

Pesawat ini mengangkut Pilot Kapten Marshal Basir dengan tiga orang penumpang yakni Suyoto (Security Officer/Kementerian Pertahanan), Peter John Elliot (GM Elliot Geophysics International) serta Jandri Hendrizal (staf Elliot Geophysics International).



Salah satu yang sudah dimintai keterangannya adalah anak ketiga dari Pilot Piper Navajo, Kapten Marshal Basir. Dipa, putra Kapten Marshal tampak menjelaskan ciri-ciri ayahnya di Posko Bandara Temindung.

"Kami meminta data identitas korban dari keluarga dekat untuk mengenali ciri-ciri korban jika ditemukan nanti. Saat ini sudah dimintai keterangan anak dari pilot dan saudara dari salah satu penumpang," kata Kabid Dokkes Polda Kaltim Kombes Pol Budi Heriadi, Minggu (26/8/2012).

Untuk korban yang merupakan warga negara Australia, tim DVI akan meminta bantuan kedutaan Australia di Indonesia. Paling tidak data sidik jari akan dimanfaatkan untuk mengidentifikasi korban.

Sedangkan untuk Suyoto, pihak DVI sudah menelpon istrinya untuk dimintai keterangan mengenai ciri-ciri fisik dan atribut yang digunakan. Meski terus mendata, namun Budi masih berharap seluruh penumpang pesawat ditemukan selamat.

"Kami perlu data keluarga dekat korban. Karena yang paling mengenali ciri fisik dan kebiasaan korban," kata Budi.
(azh)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak