Begini Kata Polda Metro Soal Penembakan Gas Air Mata di Lokasi Pengeroyokan Kakek Halim
Selasa, 25 Januari 2022 - 16:22 WIB
loading...
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan. Foto: MPI/Muhammad Farhan
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkapkan tindakan penembakan gas air mata saat di tempat pengeroyokan kakek Wijayanto Halimm(89), Pulogadung, Cakung, Jakarta Timur. Alasannya, hal itu untuk mengurai massa yang menghakimi Halim hingga tewas.
Hal demikian disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada awak media seusai konferensi pers di Mapolres Jakarta Timur, Jalan Kramat Raya, Jatinegara. Zulpan menegaskan, tindakan aparat menembak gas air mata ini sudah sesuai Standard Operating Procedure (SOP). Baca juga: Polisi Tak Hadirkan Bukti Mobil Kasus Pengeroyokan Kakek di Pulogadung
"Ya semua langkah yang dilakukan, polisi di lapangan sudah sesuai dengan SOP, untuk mencoba pertama menghentikan laju kendaraan," katanya kepada wartawan, Selasa (25/1/2022).
Zulpan menjelaskan penembakan gas air mata itu diputuskan karena masa yang telah membabi buta mengeroyok korban tanpa henti. Dia berujar, ketika posisi korban sudah terpojokkan di dalam mobil, petugas sudah terlebih dahulu memberi peringatan melalui pengeras suara namun tidak digubris oleh massa.
"Namun kita lihat dalam video viral tersebut pengendara kan tidak memberhentikan kendaraannya," paparnya.
Hal demikian disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada awak media seusai konferensi pers di Mapolres Jakarta Timur, Jalan Kramat Raya, Jatinegara. Zulpan menegaskan, tindakan aparat menembak gas air mata ini sudah sesuai Standard Operating Procedure (SOP). Baca juga: Polisi Tak Hadirkan Bukti Mobil Kasus Pengeroyokan Kakek di Pulogadung
"Ya semua langkah yang dilakukan, polisi di lapangan sudah sesuai dengan SOP, untuk mencoba pertama menghentikan laju kendaraan," katanya kepada wartawan, Selasa (25/1/2022).
Zulpan menjelaskan penembakan gas air mata itu diputuskan karena masa yang telah membabi buta mengeroyok korban tanpa henti. Dia berujar, ketika posisi korban sudah terpojokkan di dalam mobil, petugas sudah terlebih dahulu memberi peringatan melalui pengeras suara namun tidak digubris oleh massa.
"Namun kita lihat dalam video viral tersebut pengendara kan tidak memberhentikan kendaraannya," paparnya.
Lihat Juga :