Developer Perumahan Green Village Singosari Bersedia Bongkar Tembok Penutup Akses Warga

Selasa, 25 Januari 2022 - 16:59 WIB
loading...
Developer Perumahan...
Petugas memeriksa tembok setinggi dua mater yang menutup akses warga kampung dan perumahan.Foto/dok
A A A
MALANG - Pemerintah Kecamatan Singosari turun tangan mengatasi persoalan penembokan akses jalan warga di perumahan. Musyawarah dan diskusi disebut telah dilakukan pengembang dengan warga sekitar difasilitasi oleh pemerintah Kecamatan Singosari di Kantor Kelurahan Candirenggo.

Camat Singosari Eko Wahyu mengatakan, dari hasil musyawarah dan mediasi itu pihak pengembang Perumahan Green Village Singosari disebut bersedia merobohkan tembok yang terpasang setinggi dua meter, yang menutupi akses jalan warga kampung.

Baca juga: Developer Perumahan Green Village Singosari Malang Bangun Tembok 2 Meter, Warga Tak Bisa Lewat

"Kita musyawarah mufakat lah, buktinya perumahan sudah mau cuma kan kemarin keburu - buru saja," kata Eko Wahyu, kepada wartawan pada Selasa siang (25/1/2022) saat mendampingi DPRD Kabupaten Malang meninjau tembok di Perumahan Green Village Singosari.

Menurutnya, dua hingga tiga hari ke depan pembongkaran tembok akan dilakukan sambil menunggu hasil koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

"Setelah satu dua hari ini kita tunggu sampai itu. Nanti dibongkar, kita tunggu satu dua hari, kita menyelesaikan nggak diam. Cuma memang kan mohon maaf saya harus koordinasi," tuturnya.

Dirinya memastikan telah berkomunikasi dengan warga perkampungan dan Perumahan Green Village Singosari yang intinya meminta ada akses jalan, walaupun tidak temboknya tidak dibongkar total.

"Intinya warga memohon untuk dibuatkan akses, dan itu sebenarnya dari pihak perumahan juga mau, cuma waktunya saja. Dari (developer) perumahan sebenarnya sudah siap, dan warga (perkampungan dan Perumahan Green Village Singosari) juga nggak mempermasalahkan (adanya tembok), tetap nanti dikasih akses (jalan raya)," bebernya.



Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma menegaskan, pihak pengembang sudah mengantongi izin mendirikan perumahan. Namun terkait permasalahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) yang dikeluhkan warga, pihaknya meminta developer untuk menyelesaikan persoalan sosial yang saat ini dihadapi dengan mencari solusi dengan warga.

"Kalau perizinan tahun 2019 mereka sudah ada miliki siteplannya, termasuk KRK-nya sudah punya, tapi kan kita kan fokusnya bukan di situ dulu, tapi sosial diselesaikan, Masalah teknis lainnya setelah masalah sosial, kita fokus di sini dulu biar warga segera ada solusi," ungkap Isnaidi.

Nantinya setelah persoalan sosial selesai, pihaknya baru mengingatkan developer agar memenuhi kewajiban PSU pengembang perumahan.

"PSU tetap, kewajibannya sama, tahapannya, selesaikan ini dulu sosialnya, saya nggak bicara yang lain-lain. Selesaikan masalah sosial, masalah yang lain-lain, termasuk PSU nanti kita bicarakan setelah masalah sosial selesai. Percuma memproses masalah yang lain-lain," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah pagar setinggi dua meter dengan panjang sekitar 20 meter membuat enam rumah terisolir akses keluar masuknya. Sebelumnya penghuni keenam rumah itu melintasi jalan perumahan untuk keluar masuk.

Tetapi semenjak pihak perumahan menutup akses jalan dengan tembok tersebut, para warga tak bisa lagi keluar masuk. Alhasil warga mencoba membuat jalan baru yang bisa dilalui pejalan kaki. Seorang warga yang menjadi terdampak berinisiatif menjebol tembok bangunan rumahnya demi akses warga.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Infrastruktur Terputus,...
Infrastruktur Terputus, Ary Buraen Turun Tangan dan Dorong Pemda Kupang Bergerak Cepat
Penampakan Underpass...
Penampakan Underpass Mampang Prapatan Lumpuh Terendam Banjir Jakarta
Pemkab Lebak Bakal Bangun...
Pemkab Lebak Bakal Bangun 50 Km Jalan Poros Desa Setiap Tahun
Pratikno: Akses Transportasi...
Pratikno: Akses Transportasi di Aceh-Sumatera Mulai Terhubung
Pratikno Klaim Akses...
Pratikno Klaim Akses Transportasi di Aceh-Sumatera Mulai Terhubung Secara Bertahap
Warga Harapan Indah...
Warga Harapan Indah Bekasi Protes Pengubahan Akses Jalan Tanpa Sosialisasi
Puluhan Alat Berat Dikerahkan,...
Puluhan Alat Berat Dikerahkan, Pemulihan Akses Jalan dan Jembatan di Sumatera Dikebut
Bangun Jembatan Darurat...
Bangun Jembatan Darurat di Agam, TNI-Polri Buka Akses Daerah Terisolasi
Percepat Pemulihan Wilayah...
Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak, Kemenhut Bersihkan Akses Jalan hingga Sekolah
Rekomendasi
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
Paula Verhoeven Dicecar...
Paula Verhoeven Dicecar 30 Pertanyaan soal Kasus Hanania Group, Ini Pengakuannya!
Berita Terkini
Kasus Rabies Renggut...
Kasus Rabies Renggut Nyawa Pelajar, DPRD Nagakeo Minta Pemda Perkuat Pengendalian
Kejar Target Jadi Ibu...
Kejar Target Jadi Ibu Kota Negara pada 2028, Otorita IKN Usul Tambahan Rp15,5 Triliun
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved