Gunduli Kepala, Warga Bekasi Dukung KPK Bongkar Aliran Suap Rahmat Effendi
Minggu, 23 Januari 2022 - 13:06 WIB
loading...
Ratusan warga Bekasi Utara dari berbagai profesi secara sukarela menggunduli kepalanya. Foto: MNC Portal Indonesia/M Refi Sandi
A
A
A
BEKASI - Ratusan warga Bekasi Utara dari berbagai profesi secara sukarela menggunduli kepalanya. Penggundulan itu sebagai bentuk apresiasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Wali Kota Bekasi non-aktif Rahmat Effendi alias Bang Pepen.
Aksi tersebut dilakukan di pinggir Jalan Kaliabang, Perwira, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat atau tepat disebelah Perumahan Permata Hijau Permai. Baca juga: Rahmat Effendi Gelar Zoom Meeting di Rutan, Golkar Minta KPK Lakukan Evaluasi
Pantauan MNC Portal Indonesia di lokasi aksi tersebut diikuti oleh kalangan pedagang kaki lima (PKL), karyawan swasta, dan lainnya. Aksi tersebut sontak mengundang perhatian pengendara yang melintas di wilayah tersebut.
Yudhi (40) salah seorang warga mengatakan, aksi cukur atau menggunduli massal ini tanpa ada tunggangan politik dari mana pun. Melainkan bentuk antusias warga sekitar khususnya Bekasi Utara.
"Aksi cukur massal ini jujur saja tanpa ada tunggangan atau tanpa ada arahan tapi ril murni bentuk antusias warga masyarakat," ucap Yudhi di lokasi, Minggu (23/1/2022).
Aksi tersebut dilakukan di pinggir Jalan Kaliabang, Perwira, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat atau tepat disebelah Perumahan Permata Hijau Permai. Baca juga: Rahmat Effendi Gelar Zoom Meeting di Rutan, Golkar Minta KPK Lakukan Evaluasi
Pantauan MNC Portal Indonesia di lokasi aksi tersebut diikuti oleh kalangan pedagang kaki lima (PKL), karyawan swasta, dan lainnya. Aksi tersebut sontak mengundang perhatian pengendara yang melintas di wilayah tersebut.
Yudhi (40) salah seorang warga mengatakan, aksi cukur atau menggunduli massal ini tanpa ada tunggangan politik dari mana pun. Melainkan bentuk antusias warga sekitar khususnya Bekasi Utara.
"Aksi cukur massal ini jujur saja tanpa ada tunggangan atau tanpa ada arahan tapi ril murni bentuk antusias warga masyarakat," ucap Yudhi di lokasi, Minggu (23/1/2022).
Lihat Juga :