Jelang Paripurna, 3 Parpol Pengusung Bertemu Plt Gubernur Sulsel
Jum'at, 21 Januari 2022 - 19:37 WIB
loading...
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman berbicang dengan politisi dari partai politik yang mengusungnya di Pilgub 2018 lalu. Foto: Dokumentasi Muzayyin Ari
A
A
A
MAKASSAR - Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman (Andalan) mengundang tiga partai politik (parpol) pengusungnya saat Pilgub 2018 lalu di rumah dinasnya, Jumat (21/1) pagi. Selain untuk silaturahmi, pertemuan itu juga membahas terkait beberapa hal jelang paripurna DPRD Sulsel pada Senin 24 Januari mendatang.
Rencananya, DPRD Sulsel akan menggelar paripurna pemberhentian Prof Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulsel, dan pengusulan Andi Sudirman Sulaiman sebagai pelaksana tugas Gubernur Sulsel periode 2018-2023. Ini sesuai surat Keppres RI No 9/P tahun 2022.
Baca juga:DPRD Usul Pembentukan Pansus untuk Percepat Pemilihan Cawagub Sulsel
PDIP Sulsel lebih dulu datang menemui Andalan di rumah dinasnya. Setelah itu PKS dan PAN menyusul secara bersamaan menemui orang nomor satu di Sulsel ini.
Perwakilan PKS yang hadir ialah Muzayyin Arif dan Rustang Ukkas. Sementara PAN diwakili oleh Syamsuddin Karlos, Yusran Paris, Jamaluddin Jafar dan Nurkanita Kahfi.
"Sebenarnya pertemuan tadi hanya silaturahmi. Mungkin kangen sudah lama tidak berkumpul," ucap Muzayyin Arif, Bendahara DPW PKS Sulsel.
Muzayyin mengaku menyambut baik pertemuan tersebut. Tepat untuk memperkuat koalisi antarpartai pengusung Gubernur Andalan dan mengoptimalkan dukungan untuk Sudirman yang sisa menunggu paripurna di DPRD Sulsel untuk jadi gubernur definitif.
Baca juga:Terima Surat Pemberhentian NA, DPRD Sulsel Agendakan Paripurna 24 Januari
Wakil Ketua DPRD Sulsel itu menyebut, butuh upaya lebih untuk segera mendorong paripurna di dewan. Sebab waktu yang diberikan pusat hanya sampai 25 Januari 2022.
"Namun sebagai partai pengusung tentu kami berkomitmen untuk mendorong itu berjalan dengan baik. Semoga Senin (24 Januari 2022) DPRD benar-benar bisa paripurna," ucap politikus asal Maros itu.
Ia pun tak menampik bahwa pertemuan itu sempat membahas mengenai pengisian kursi wakil gubernur. Partai pengusung sepakat untuk mengisi kursi wakil gubernur (wagub) .
PKS pun siap membangun komunikasi yang lebih intens dengan parpol pengusung lainnya. "Nanti kita lihat dinamikanya apakah ini akan dijalankan setelah penetapan Plt sebagai gubernur defenitif atau bisa berbarengan dengan keputusan DPRD terkait pengusulan Plt sebagai gubernur defenitif ke presiden," tambah Muzayyin.
Baca juga: PAN Sebut Percuma Usulkan Cawagub Sulsel jika Andalan Tidak Mau
Yang jelas, kata dia, PKS berkomitmen mengawal proses ini dan siap untuk mengajukan kader-kader terbaiknya sebagai kandidat wagub untuk dibahas bersama partai-partai pengusung.
"Terlepas dari siapa figurnya, tapi yang terpenting posisi ini diisi, sebab ini amanat konstitusi. Kepala daerah itu gubernur dan wakil gubernur . Apalagi waktunya masih memungkinkan," imbuh Muzayyin.
Rencananya, DPRD Sulsel akan menggelar paripurna pemberhentian Prof Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulsel, dan pengusulan Andi Sudirman Sulaiman sebagai pelaksana tugas Gubernur Sulsel periode 2018-2023. Ini sesuai surat Keppres RI No 9/P tahun 2022.
Baca juga:DPRD Usul Pembentukan Pansus untuk Percepat Pemilihan Cawagub Sulsel
PDIP Sulsel lebih dulu datang menemui Andalan di rumah dinasnya. Setelah itu PKS dan PAN menyusul secara bersamaan menemui orang nomor satu di Sulsel ini.
Perwakilan PKS yang hadir ialah Muzayyin Arif dan Rustang Ukkas. Sementara PAN diwakili oleh Syamsuddin Karlos, Yusran Paris, Jamaluddin Jafar dan Nurkanita Kahfi.
"Sebenarnya pertemuan tadi hanya silaturahmi. Mungkin kangen sudah lama tidak berkumpul," ucap Muzayyin Arif, Bendahara DPW PKS Sulsel.
Muzayyin mengaku menyambut baik pertemuan tersebut. Tepat untuk memperkuat koalisi antarpartai pengusung Gubernur Andalan dan mengoptimalkan dukungan untuk Sudirman yang sisa menunggu paripurna di DPRD Sulsel untuk jadi gubernur definitif.
Baca juga:Terima Surat Pemberhentian NA, DPRD Sulsel Agendakan Paripurna 24 Januari
Wakil Ketua DPRD Sulsel itu menyebut, butuh upaya lebih untuk segera mendorong paripurna di dewan. Sebab waktu yang diberikan pusat hanya sampai 25 Januari 2022.
"Namun sebagai partai pengusung tentu kami berkomitmen untuk mendorong itu berjalan dengan baik. Semoga Senin (24 Januari 2022) DPRD benar-benar bisa paripurna," ucap politikus asal Maros itu.
Ia pun tak menampik bahwa pertemuan itu sempat membahas mengenai pengisian kursi wakil gubernur. Partai pengusung sepakat untuk mengisi kursi wakil gubernur (wagub) .
PKS pun siap membangun komunikasi yang lebih intens dengan parpol pengusung lainnya. "Nanti kita lihat dinamikanya apakah ini akan dijalankan setelah penetapan Plt sebagai gubernur defenitif atau bisa berbarengan dengan keputusan DPRD terkait pengusulan Plt sebagai gubernur defenitif ke presiden," tambah Muzayyin.
Baca juga: PAN Sebut Percuma Usulkan Cawagub Sulsel jika Andalan Tidak Mau
Yang jelas, kata dia, PKS berkomitmen mengawal proses ini dan siap untuk mengajukan kader-kader terbaiknya sebagai kandidat wagub untuk dibahas bersama partai-partai pengusung.
"Terlepas dari siapa figurnya, tapi yang terpenting posisi ini diisi, sebab ini amanat konstitusi. Kepala daerah itu gubernur dan wakil gubernur . Apalagi waktunya masih memungkinkan," imbuh Muzayyin.
(luq)
Lihat Juga :