Seleksi PPPK Dorong Kualitas dan Kesejahteraan Guru Honorer

Senin, 17 Januari 2022 - 19:03 WIB
loading...
Seleksi PPPK Dorong...
Perpindahan guru sekolah swasta ke sekolah negeri setelah lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dinilai sebagai hal lumrah dan wajar. Foto: Ilustrasi/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Situasi perpindahan guru sekolah swasta ke sekolah negeri setelah lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dinilai sebagai hal lumrah dan wajar. Hal tersebut merupakan bagian awal dari proses perbaikan kualitas pendidikan nasional sekaligus memastikan jaminan kesejahteraan seorang guru dengan ukuran mutu dan kompetensi yang tepat.

Pengamat Pendidikan Universitas Paramadina Totok Amin Soefijanto menuturkan sejak awal rekrutmen ini memiliki tujuan terkait kuantitas dan kualitas pendidikan. Dari sisi kuantitas, rekrutmen PPPK bertujuan menambah jumlah guru agar sesuai kebutuhan. Adapun dari sisi kualitas seleksi ini untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus kesejahteraan guru agar lebih terjamin.
Baca juga: Waspada, Beredar Surat Palsu Pengangkatan Tenaga Guru Honorer

Menurut dia, secara tidak langsung hasil tes tersebut menyimpulkan bahwa selama ini guru honorer sekolah swasta banyak yang memiliki kompetensi dan kualitas lebih baik. “Seleksi guru honorer atau siapa pun yang ingin menjadi guru dengan status PPPK menunjukkan bahwa ukurannya adalah mutu atau kompetensi dari guru tersebut,” ujar Totok, Senin (17/1/2022).

Selama ini kesejahteraan guru di sekolah swasta yang belum modern kerap kurang memadai. Contohnya, upah guru sekolah swasta dihitung berdasarkan jam mereka mengajar saja. Akibatnya, guru swasta tidak akan mendapatkan upah saat mereka melakukan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas karena dinilai berada di luar jam kerja. Itulah salah satu penyebab guru sekolah swasta kesulitan.

Dia juga sepakat rekrutmen pegawai untuk profesi guru di mana pun harus mengutamakan mutu sesuai standar seleksi dan bukan hanya masa kerja saja. Selain itu, perlu pemetaan baik di sekolah negeri maupun swasta yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah untuk mengetahui kompetensi guru sehingga kebijakan dari proses rekrutmen bisa lebih tepat.

Seleksi guru PPPK harus menjadi momentum meningkatkan mutu guru. Negara tidak semestinya membayar guru yang sebenarnya tidak kompeten karena akan berbahaya bagi masa depan anak dan bangsa Indonesia.

“Saya setuju semuanya harus diseleksi sehingga tidak bisa hanya masa kerja diterima terus diangkat menjadi PPPK. Kalau memang tidak kompeten menjadi guru lebih baik mencari profesi lain,” kata Totok.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
UNJ Dorong Pendidikan...
UNJ Dorong Pendidikan Inklusif melalui Penguatan Kapasitas Guru di PKBM Ghaisan Cendekia
Usulan Tambahan Anggaran...
Usulan Tambahan Anggaran Rp5,783 T untuk Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag Disetujui Kemenkeu
Rekomendasi
Menhut Raja Juli Irit...
Menhut Raja Juli Irit Bicara saat Dicecar Wartawan soal KPK, Hanya Ucapkan Terima Kasih
SPMB Sekolah Nasional...
SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Dimulai 21 Juli, Ini Jadwal Seleksi hingga MPLS
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved