Bupati Resmikan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Maros
Rabu, 12 Januari 2022 - 16:53 WIB
loading...
Bupati Maros, AS Chaidir Syam saat memberikan sambutan dalam resepsi milad Muhammadiyah ke-109, Rabu (12/1/2022). Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Maros menggelar resepsi milad Muhammadiyah ke-109. Perayaan ini digelar di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Rabu (12/1/2022).
Hadir dalam kegiatan itu, salah satunya Bupati Maros, AS Chaidir Syam. Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa usia ke-109 Muhammadiyah merupakan usia yang sangat matang sebagai organisasi kemasyarakatan.
Baca juga:Danlanud Sultan Hasanuddin Bersama Bupati Maros Tinjau Vaksinasi
"Dilihat dari usianya, Muhammadiyah telah lama berkiprah, mulai dari sebelum merdeka hingga saat ini. Ini tentu sudah tidak terhitung lagi kontribusinya dalam mendukung pembangunan terlebih dalam bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia," ungkapnya.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peresmian Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Maros oleh Bupati. Ini sebagai dukungan penuh untuk langkah, niat baik, dan ikhtiar keluarga besar Muhammadiyah Maros.
"Keluarga Besar Muhammadiyah Maros memiliki peran aktif memajukan dunia pendidikan dan keagamaan. Pembangunan gedung dakwah ini sebagai respons atas keinginan dan kebutuhan para anggota Muhammadiyah, juga masyarakat sekitar," tutur Chaidir.
Ia menambahkan, berdirinya gedung dakwah ini diharap mampu memberikan tambahan manfaat dan maslahat. Tidak hanya untuk anggota Muhammadiyah , tapi juga masyarakat sekitar. "Gedung ini sebagai wadah kegiatan belajar mengajar, pelatihan keterampilan, dan pemberdayaan masyarakat," ujar Chaidir.
Baca juga:Pemkab Maros Akan Gandeng Hotel Harper Pasarkan Produk UMKM
Chaidir menegaskan, ada tiga istilah yang harus dipegang yakni, tradisi, transformasi, dan inovasi. Ketiga istilah ini harus senantiasa dipegang dan diamalkan.
"Maksudnya, kita harus senantiasa menjaga tradisi baik yang selama ini diajarkan oleh para ulama kita. Mengambil sesuatu yang baru yang dapat membawa kebaikan-kebaikan. Melakukan perbaikan yang lebih baik secara berkelanjutan," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Prof Ambo Asse menggambarkan dinamika dakwah yang dilakoni persyarikatan di daerah ini. Tujuan utama Muhammadiyah adalah mengembalikan seluruh penyimpangan yang terjadi dalam proses dakwah.
"Umur Muhammadiyah yang mencapai 109 menuju 110 tahun ini bisa bertahan karena sinergitas dari semua pihak. Baik dari persyarikatan Muhammadiyah maupun dari luar persyarikatan," jelasnya.
Baca juga:Ratusan Siswa Angkasa Lanud Sultan Hasanuddin Bersaing di Ajang AMSO
Ada pula yang juga ikut disinggung adalah terkait Covid-19, ini selaras dengan tema yang diangkat "Otimis Hadapi Covid-19 Menebar Nilai Utama". Dampak pandemi sangat terasa pada sisi kesehatan, ekonomi, hingga sosial dan psikologi masyarakat dan bangsa.
"Sinergitas lintas lembaga menjadi penting dalam pemulihan akibat dampak pandemi. Muhammadiyah akan terus berusaha untuk terus berkontribusi. Hingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas, baik dalam bidang ilmu keagamaan, pusat dakwah, maupun pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat," pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan itu, salah satunya Bupati Maros, AS Chaidir Syam. Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa usia ke-109 Muhammadiyah merupakan usia yang sangat matang sebagai organisasi kemasyarakatan.
Baca juga:Danlanud Sultan Hasanuddin Bersama Bupati Maros Tinjau Vaksinasi
"Dilihat dari usianya, Muhammadiyah telah lama berkiprah, mulai dari sebelum merdeka hingga saat ini. Ini tentu sudah tidak terhitung lagi kontribusinya dalam mendukung pembangunan terlebih dalam bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia," ungkapnya.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peresmian Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Maros oleh Bupati. Ini sebagai dukungan penuh untuk langkah, niat baik, dan ikhtiar keluarga besar Muhammadiyah Maros.
"Keluarga Besar Muhammadiyah Maros memiliki peran aktif memajukan dunia pendidikan dan keagamaan. Pembangunan gedung dakwah ini sebagai respons atas keinginan dan kebutuhan para anggota Muhammadiyah, juga masyarakat sekitar," tutur Chaidir.
Ia menambahkan, berdirinya gedung dakwah ini diharap mampu memberikan tambahan manfaat dan maslahat. Tidak hanya untuk anggota Muhammadiyah , tapi juga masyarakat sekitar. "Gedung ini sebagai wadah kegiatan belajar mengajar, pelatihan keterampilan, dan pemberdayaan masyarakat," ujar Chaidir.
Baca juga:Pemkab Maros Akan Gandeng Hotel Harper Pasarkan Produk UMKM
Chaidir menegaskan, ada tiga istilah yang harus dipegang yakni, tradisi, transformasi, dan inovasi. Ketiga istilah ini harus senantiasa dipegang dan diamalkan.
"Maksudnya, kita harus senantiasa menjaga tradisi baik yang selama ini diajarkan oleh para ulama kita. Mengambil sesuatu yang baru yang dapat membawa kebaikan-kebaikan. Melakukan perbaikan yang lebih baik secara berkelanjutan," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Prof Ambo Asse menggambarkan dinamika dakwah yang dilakoni persyarikatan di daerah ini. Tujuan utama Muhammadiyah adalah mengembalikan seluruh penyimpangan yang terjadi dalam proses dakwah.
"Umur Muhammadiyah yang mencapai 109 menuju 110 tahun ini bisa bertahan karena sinergitas dari semua pihak. Baik dari persyarikatan Muhammadiyah maupun dari luar persyarikatan," jelasnya.
Baca juga:Ratusan Siswa Angkasa Lanud Sultan Hasanuddin Bersaing di Ajang AMSO
Ada pula yang juga ikut disinggung adalah terkait Covid-19, ini selaras dengan tema yang diangkat "Otimis Hadapi Covid-19 Menebar Nilai Utama". Dampak pandemi sangat terasa pada sisi kesehatan, ekonomi, hingga sosial dan psikologi masyarakat dan bangsa.
"Sinergitas lintas lembaga menjadi penting dalam pemulihan akibat dampak pandemi. Muhammadiyah akan terus berusaha untuk terus berkontribusi. Hingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas, baik dalam bidang ilmu keagamaan, pusat dakwah, maupun pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat," pungkasnya.
(luq)
Lihat Juga :