Dapat Bantuan Sembako, Mama Helena: Terima Kasih Partai Perindo
Sabtu, 08 Januari 2022 - 12:38 WIB
loading...
Bantuan sembako dari Partai Perindo mendapat sambutan antusias warga korban gempa bumi di Desa Lewolema, Kecamatan Lewolema, Flores Timur, Jumat (6/1/2022). Foto SINDOnews
A
A
A
MAUMERE - Bantuan sembako dari Partai Perindo mendapat sambutan antusias warga korban gempa bumi di Desa Lewolema, Kecamatan Lewolema, Flores Timur, Jumat (6/1/2022). Helena, salah seorang pengungsi menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari Perindo.
Mama Helena mengatakan, bantuan yang diterima warga sangat bermanfaat. “Saya mewakili warga menucapkan banyak terima kasih karena Partai Perindo jauh-jauh datang memberikan bantuan kepada warga yang terdampak gempa bumi. Kami selalu doakan agar MNC Peduli tetap jaya dan selalu sukses,” ujar Helena, Sabtu (8/1/2022). Baca juga: Wartawan di Aceh Berikan Sembako kepada Korban Banjir
Diketahui, gempa bermangnitudo 7,4 telah mengguncang Flores Timur pada Selasa (14/12/2021) lalu. Gempa bumi yang berpusat di 112 km arah barat laut dari Larantuka, NTT itu menyebabkan kepanikan warga Flores Timur. Warga yang ketakutan harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari tsunami.
Sebayak 105 kepala keluarga harus meninggalkan rumah mereka. Saat ini, sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing, namun sebagian besar bertahan di tenda pengungsian karena masih trauma.
Mama Helena mengatakan, bantuan yang diterima warga sangat bermanfaat. “Saya mewakili warga menucapkan banyak terima kasih karena Partai Perindo jauh-jauh datang memberikan bantuan kepada warga yang terdampak gempa bumi. Kami selalu doakan agar MNC Peduli tetap jaya dan selalu sukses,” ujar Helena, Sabtu (8/1/2022). Baca juga: Wartawan di Aceh Berikan Sembako kepada Korban Banjir
Diketahui, gempa bermangnitudo 7,4 telah mengguncang Flores Timur pada Selasa (14/12/2021) lalu. Gempa bumi yang berpusat di 112 km arah barat laut dari Larantuka, NTT itu menyebabkan kepanikan warga Flores Timur. Warga yang ketakutan harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari tsunami.
Sebayak 105 kepala keluarga harus meninggalkan rumah mereka. Saat ini, sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing, namun sebagian besar bertahan di tenda pengungsian karena masih trauma.
Lihat Juga :