Bocah 13 Tahun yang Dijual Pacar untuk Open BO Alami Trauma Berat
Rabu, 29 Desember 2021 - 07:03 WIB
loading...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - EN (13), bocah perempuan warga Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, yang dijual pacarnya lalu dipekerjakan sebagai wanita Open Booking Online (BO) di Apartemen Kalibata City, dirundung trauma berat.
Selain dipekerjakan untuk melayani pria hidung belang, bocah kelas 6 SD itu menjadi korban pencabulan oleh pacarnya berinisial RB (19). Paman EN, Hendra mengatakan, setelah kejadian itu tingkah laku keponakannya yang dikenal periang kini tak lagi terlihat lagi.
Baca juga: Rp300.000, Tarif Sekali Kencan dengan Bocah Kelas 6 SD di Apartemen Kalibata City
"EN) lebih banyak diam di rumah, murung. Enggak seperti biasanya lah. Saya paling nyaranin jangan keluar rumah lebih dulu," kata Hendra di Makasar, Jakarta Timur, Selasa (28/12/2021).
EN yang menjadi korban kebiadaban RB berhasil diselamatkan jajaran Unit Reskrim Polsek Makasar dari Apartemen Kalibata City. EN menjalani mendapatkan pertolongan untuk memulihkan kondisi mentalnya yang dijadikan objek dari kasus prostitusi online.
"Tadi pas saya kasih keterangan ke Polres Jakarta Selatan juga ada tim dari P2TP2A DKI Jakarta kasih pendampingan psikologis. Mudah-mudahan traumanya tidak parah," ujarnya.
Baca juga: Sindikat Prostitusi Online Incar Anak 12-17 Tahun Jadi PSK
Selain dipekerjakan untuk melayani pria hidung belang, bocah kelas 6 SD itu menjadi korban pencabulan oleh pacarnya berinisial RB (19). Paman EN, Hendra mengatakan, setelah kejadian itu tingkah laku keponakannya yang dikenal periang kini tak lagi terlihat lagi.
Baca juga: Rp300.000, Tarif Sekali Kencan dengan Bocah Kelas 6 SD di Apartemen Kalibata City
"EN) lebih banyak diam di rumah, murung. Enggak seperti biasanya lah. Saya paling nyaranin jangan keluar rumah lebih dulu," kata Hendra di Makasar, Jakarta Timur, Selasa (28/12/2021).
EN yang menjadi korban kebiadaban RB berhasil diselamatkan jajaran Unit Reskrim Polsek Makasar dari Apartemen Kalibata City. EN menjalani mendapatkan pertolongan untuk memulihkan kondisi mentalnya yang dijadikan objek dari kasus prostitusi online.
"Tadi pas saya kasih keterangan ke Polres Jakarta Selatan juga ada tim dari P2TP2A DKI Jakarta kasih pendampingan psikologis. Mudah-mudahan traumanya tidak parah," ujarnya.
Baca juga: Sindikat Prostitusi Online Incar Anak 12-17 Tahun Jadi PSK
Lihat Juga :