Dinkes Maros Imbau Masyarakat Waspada Penyakit di Musim Hujan
Selasa, 28 Desember 2021 - 18:28 WIB
loading...
Memasuki musim hujan, beberapa warga di Kelurahan Raya, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros kerja bakti membersihkan saluran air. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Maros , dr Yunus mengingatkan warga untuk waspada terhadap penyakit yang sering muncul di musim hujan, seperti demam berdarah dengue (DBD) dan demam typoid.
Yunus mengungkapkan, jumlah kasus DBD sepanjang tahun 2021 menurun drastis jika dibandingkan dengan tahun 2020.Tahun ini terdapat 228 kasus DBD, sementara tahun lalu terjadi 362 kasus DBD.
Baca juga:BMKG: Hingga Akhir Tahun, 93,27% Wilayah Indonesia Masuk Musim Hujan
"Alhamdulillah ada penurunan 134 kasus, pada tahun sebelumnya 362 kasus, tahun ini hanya 228 kasus," kata Muhammad Yunus, Selasa (28/12).
Yunus mengatakan, kecamatan dengan kasus DBD tertinggi tahun ini adalah Turikale. Umumnya kata Yunus, kasus DBD itu meninggi di bulan Januari dan Februari.
Baca juga:Doa Agar Dilindungi Saat Angin Kencang
"Kasus DBD yang paling banyak pada 2021 terjadi di Kecamatan Turikale. Totalnya ada 61 kasus, tahun sebelumnya di Kecamatan Mandai 76 kasus. Paling tinggi terjadi bulan Maret yakni 43 kasus, terdiri dari 25 laki-laki dan 18 perempuan," tuturnya.
Yunus mengungkapkan, jumlah kasus DBD sepanjang tahun 2021 menurun drastis jika dibandingkan dengan tahun 2020.Tahun ini terdapat 228 kasus DBD, sementara tahun lalu terjadi 362 kasus DBD.
Baca juga:BMKG: Hingga Akhir Tahun, 93,27% Wilayah Indonesia Masuk Musim Hujan
"Alhamdulillah ada penurunan 134 kasus, pada tahun sebelumnya 362 kasus, tahun ini hanya 228 kasus," kata Muhammad Yunus, Selasa (28/12).
Yunus mengatakan, kecamatan dengan kasus DBD tertinggi tahun ini adalah Turikale. Umumnya kata Yunus, kasus DBD itu meninggi di bulan Januari dan Februari.
Baca juga:Doa Agar Dilindungi Saat Angin Kencang
"Kasus DBD yang paling banyak pada 2021 terjadi di Kecamatan Turikale. Totalnya ada 61 kasus, tahun sebelumnya di Kecamatan Mandai 76 kasus. Paling tinggi terjadi bulan Maret yakni 43 kasus, terdiri dari 25 laki-laki dan 18 perempuan," tuturnya.
Lihat Juga :