Polda Metro Fasilitasi Pebalap Liar, Akademisi: Tepat untuk Selamatkan Generasi Muda
Sabtu, 25 Desember 2021 - 10:02 WIB
loading...
Polda Metro Jaya akan membuat lintasan balap khusus bagi pelaku street race di kawasan Ancol. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
DEPOK - Rencana Polda Metro Jaya membuat lintasan balap khusus bagi pelaku street race di kawasan Ancol, ditanggapi positif akademisi Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati. Menurutnya, hal ini tepat sebagai sarana memfasilitasi pelaku balapan liar dengan 39 titik rawan di wilayah DKI Jakarta.
"Inisiatif ini menjadi sangat strategis, khususnya dalam upaya menyelamatkan banyak aset SDM Indonesia. Mengingat data kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya yang melibatkan sepeda motor periode Januari hingga 20 Desember 2021 terdapat 7.436 jatuh korban. Dengan status meninggal dunia sebanyak 455 orang, dan jumlah kerugian material sebesar Rp.7.175.650.00,” kata pengajar dan peneliti Vokasi UI itu, Sabtu (25/12/2021).
Baca juga: Wadahi Balapan Liar, Polda Metro dan IMI Gelar Drag Race di Ancol
Devie mengatakan, mengatasi masalah balap liar tidak bisa dilakukan sendiri. Inisiatif yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya dengan menggelar serial balapan selama 4 kali dalam setahun, dimulai 15 Januari 2022 merupakan langkah maju dalam upaya merangkul para pelaku balapan liar yang berasal sebagian dari kalangan muda.
“Berbagai studi memang menunjukkan bahwa ‘kecepatan’ memang menjadi ‘jati diri’ setiap anak muda. Berkendara dengan kecepatan yang berisiko akan selalu hadir di setiap masa, selama adanya anak muda, sebagai anak kandung zaman,” ungkapnya.
Belajar dari Amerika Serikat yang semenjak tahun 1951 mendirikan apa yang disebut National Hot Rod Associaton (NHRA), yang kemudian menarik para pelaku balap liar di sana untuk melakukan aksi balap dan kompetisi di kawasan yang sudah diorganisir dengan baik.
Baca juga: Transformasikan Balap Liar, Irjen Fadil Imran Ingin Anak Muda Tampil di Moto GP
"Inisiatif ini menjadi sangat strategis, khususnya dalam upaya menyelamatkan banyak aset SDM Indonesia. Mengingat data kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya yang melibatkan sepeda motor periode Januari hingga 20 Desember 2021 terdapat 7.436 jatuh korban. Dengan status meninggal dunia sebanyak 455 orang, dan jumlah kerugian material sebesar Rp.7.175.650.00,” kata pengajar dan peneliti Vokasi UI itu, Sabtu (25/12/2021).
Baca juga: Wadahi Balapan Liar, Polda Metro dan IMI Gelar Drag Race di Ancol
Devie mengatakan, mengatasi masalah balap liar tidak bisa dilakukan sendiri. Inisiatif yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya dengan menggelar serial balapan selama 4 kali dalam setahun, dimulai 15 Januari 2022 merupakan langkah maju dalam upaya merangkul para pelaku balapan liar yang berasal sebagian dari kalangan muda.
“Berbagai studi memang menunjukkan bahwa ‘kecepatan’ memang menjadi ‘jati diri’ setiap anak muda. Berkendara dengan kecepatan yang berisiko akan selalu hadir di setiap masa, selama adanya anak muda, sebagai anak kandung zaman,” ungkapnya.
Belajar dari Amerika Serikat yang semenjak tahun 1951 mendirikan apa yang disebut National Hot Rod Associaton (NHRA), yang kemudian menarik para pelaku balap liar di sana untuk melakukan aksi balap dan kompetisi di kawasan yang sudah diorganisir dengan baik.
Baca juga: Transformasikan Balap Liar, Irjen Fadil Imran Ingin Anak Muda Tampil di Moto GP
Lihat Juga :