Jalur KA di Maros Sudah Tersambung, Sesditjen Perkeretaapian Tinjau Langsung
Jum'at, 24 Desember 2021 - 15:37 WIB
loading...
Sesditjen Perkeretaapian berfoto bersama Pangdam Hasanuddin dan Kepala BPKA Sulsel usai rapat koordinasi percepatan proyek KA di Sulsel. Sebelumnya, rombongan Sesditjen juga telah meninjau proyek KA di Maros. Foto: Istimewa
A
A
A
MAROS - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI menaruh atensi tinggi terhadap penuntasan proyek Kereta Api (KA) Trans Sulawesi rute Makassar-Parepare. Perlahan tapi pasti, masalah pembebasan lahan telah teratasi. Salah satunya di Kabupaten Maros, dimana jalur atau rel KA di wilayah tersebut sudah dapat dikerjakan.
Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Perkeretaapian Kemenhub, Zulmafendi, turun langsung melakukan peninjauan lapangan progres pekerjaan KA Trans Sulawesi rute Makassar-Parepare, belum lama ini. Zulmafendi tampak didampingi oleh Kepala Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulsel, Andi Amanna Gappa.
Baca Juga: KSP Minta Proyek Kereta Api Sulsel dan MNP Segera Rampung
Pada kesempatan itu, Zulmafendi menerima laporan dari Kepala BPKA Sulsel perihal perkembangan terbaru upaya penyelesaian tanah untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Selepas kunjungan lapangan, Zulmafendi dan rombongan melakukan rapat bersama Pangdam XIV Hasanuddin, Moch Syafei Kasno, dalam rangka dukungan pendampingan pembangunan KA.
"Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemenhub menaruh perhatian besar percepatan penyelesaian pembangunan jalur atau rel KA Trans Sulawesi rute Makassar-Parepare. Ini merupakan PSN yang tentunya mesti menjadi atensi bersama, butuh sinergitas dan kolaborasi semua pihak," kata Zulmafendi, dalam keterangan persnya, Jumat (24/12/2021).
Kepala BPKA Sulsel, Andi Amanna Gappa, menambahkan sinergi dan kolaborasi dalam percepatan penyelesaian proyek KA telah dijalankan pihaknya, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang dilalui jalur KA. Salah satunya melalui Karya Bakti TNI dalam Rangka Percepatan Proyek KA di Maros, tepatnya di Kecamatan Marusu.
Andi Amanna Gappa, mengapresiasi kerjasama yang dibangun bersama Bupati Maros hingga unsur pimpinan Forkopimda dalam mendukung akselerasi pembangunan jalur KA rute Makassar-Parepare . Toh, manfaat dari pembangunan PSN kembali lagi kepada masyarakat dan daerah. Proyek KA, kata dia, memiliki multiplier effect yang besar, tidak cuma dari aspek transportasi, tapi juga perekonomian dan pariwisata.
Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Perkeretaapian Kemenhub, Zulmafendi, turun langsung melakukan peninjauan lapangan progres pekerjaan KA Trans Sulawesi rute Makassar-Parepare, belum lama ini. Zulmafendi tampak didampingi oleh Kepala Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulsel, Andi Amanna Gappa.
Baca Juga: KSP Minta Proyek Kereta Api Sulsel dan MNP Segera Rampung
Pada kesempatan itu, Zulmafendi menerima laporan dari Kepala BPKA Sulsel perihal perkembangan terbaru upaya penyelesaian tanah untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Selepas kunjungan lapangan, Zulmafendi dan rombongan melakukan rapat bersama Pangdam XIV Hasanuddin, Moch Syafei Kasno, dalam rangka dukungan pendampingan pembangunan KA.
"Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemenhub menaruh perhatian besar percepatan penyelesaian pembangunan jalur atau rel KA Trans Sulawesi rute Makassar-Parepare. Ini merupakan PSN yang tentunya mesti menjadi atensi bersama, butuh sinergitas dan kolaborasi semua pihak," kata Zulmafendi, dalam keterangan persnya, Jumat (24/12/2021).
Kepala BPKA Sulsel, Andi Amanna Gappa, menambahkan sinergi dan kolaborasi dalam percepatan penyelesaian proyek KA telah dijalankan pihaknya, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang dilalui jalur KA. Salah satunya melalui Karya Bakti TNI dalam Rangka Percepatan Proyek KA di Maros, tepatnya di Kecamatan Marusu.
Andi Amanna Gappa, mengapresiasi kerjasama yang dibangun bersama Bupati Maros hingga unsur pimpinan Forkopimda dalam mendukung akselerasi pembangunan jalur KA rute Makassar-Parepare . Toh, manfaat dari pembangunan PSN kembali lagi kepada masyarakat dan daerah. Proyek KA, kata dia, memiliki multiplier effect yang besar, tidak cuma dari aspek transportasi, tapi juga perekonomian dan pariwisata.
Lihat Juga :