Sindikat Prostitusi Online Incar Anak 12-17 Tahun Jadi PSK

Rabu, 22 Desember 2021 - 11:18 WIB
loading...
Sindikat Prostitusi...
Prostitusi anak. Foto: Ilustrasi/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sindikat prostitusi online mengincar anak usia 12-17 tahun untuk menjadi pekerja seks komersil (PSK) . Terbukti pada Maret 2021 Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan anak kelas 5 SD dijadikan budak seks oleh sindikat prostitusi online di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Berdasarkan data KPAI per Januari-April 2021, usia anak korban prostitusi sekitar 12-17 tahun memiliki persentase sebanyak 98 persen.
Baca juga: Menilik Pekerjaan yang Pas Ketimbang PSK Online

Ketua KPAI Susanto menuturkan sekitar 42 persen anak di Indonesia yang menggunakan media sosial (medsos) rentan bujukan dan rayuan prostitusi online. Hasil pengawasan KPAI mengenai korban eksploitasi seksual dan pekerja anak menunjukkan dari 35 kasus yang dimonitor KPAI, 83 persen kasus prostitusi memakan korban sebanyak 234 anak.

Melansir penelitian berjudul "Family Centered Prevention of Adolescent Girls and Boys Prostitution" pada 2017 menunjukkan tren penggunaan medium eksploitasi anak lebih banyak mengarah ke teknologi elektronik atau media sosial. Untuk mencegah anak terjerumus dalam dunia prostitusi online, orang tua tidak hanya dituntut memberikan perhatian, kasih sayang dan dukungan, tetapi juga harus memiliki pengetahuan tentang dunia internet secara keseluruhan seperti dampak negatif atau pemberlakuan aturan akses internet bagi anak.
Baca juga: Efek Pandemi, YJ PSK Online Banting Setir Open VCS dari Tarif Rp600.000 Turun Rp50.000

Tidak adanya gap antara anak dan orang tua di bidang teknologi maka aktivitas anak akan lebih terkontrol. Selain itu, pemahaman secara normatif seperti pendidikan agama dalam keluarga perlu ditingkatkan guna menghindari munculnya perilaku prostitusi.

Sebelumnya, psikolog klinis dan forensik Kasandra Putranto mengatakan pentingnya orang tua untuk menanamkan nilai-nilai moral agar anak dan anggota keluarga lainnya tidak terlibat prostitusi. Pencegahan prostitusi online juga harus diimbangi dengan kemampuan pengendalian emosi dan kecerdasan sosial.

MG08-Lorenza Ferary
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suami Bejat, Terbukti...
Suami Bejat, Terbukti Bantu 120 Pria Beli Layanan Seks Istrinya
Anggota DPR Finlandia...
Anggota DPR Finlandia Ini Blakblakan Pernah Jadi Pekerja Seks Komersial
Soroti Dampak Sosial...
Soroti Dampak Sosial Judi Online, PPATK: Pemerintah Perlu Bersikap Lebih Keras Berantas Judol
Rekomendasi
Baper dan Penuh Twist!...
Baper dan Penuh Twist! Bring Back My Heart Jadi Microdrama yang Wajib Ditonton di V+Short
Eksepsinya Dikabulkan,...
Eksepsinya Dikabulkan, Dokter Tifa Nyatakan Tetap Berjuang Bongkar Ijazah Jokowi
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Berita Terkini
KDM Buka Lowongan Kerja,...
KDM Buka Lowongan Kerja, Buru Begal Komisi Rp50 Juta
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
Infografis
Pendidikan Sugiono,...
Pendidikan Sugiono, Anak Ideologis Prabowo yang Jadi Sekjen Gerindra
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved