Turnamen Sepak Bola di Tangsel Ricuh, Suporter Satpol PP dan Setwan Saling Kejar

Selasa, 21 Desember 2021 - 16:22 WIB
loading...
Turnamen Sepak Bola...
Turnamen sepak bola yang melibatkan OPD viral di media sosial (medsos). Foto: Tangkapan layar
A A A
TANGERANG SELATAN - Turnamen sepak bola yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) viral di media sosial (medsos). Hal itu disebabkan kericuhan pada laga final yang mempertemukan tim Satpol PP melawan Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Dalam video viral, nampak sejumlah orang terlibat kontak fisik di tengah lapangan. Mereka tak peduli saat panitia coba melerai. Di antara mereka bahkan masih ada yang mengenakan seragam kedinasan saling mengejar satu sama lain.

"Woi, norak, norak, norak, norak, woi," teriak salah satu penonton dalam video yang diunggah akun @infotangsel.co, dikutip, Selasa (21/12/21). Baca juga: Belum Sempat Dimulai, Turnamen Sepak Bola Mini Dibubarkan Polisi

Pertandingan final itu berlangsung pada Senin 20 Desember 2021 sore. Masing-masing tim didukung oleh suporter yang berkumpul di tepi lapangan. Beberapa pejabat dinas juga hadir menyaksikan langsung di lokasi.

Tak jelas siapa yang memulai kericuhan itu, beberapa pemain dan pendukung terlibat langsung di dalamnya. Akibat kericuhan, pertandingan pun ditunda beberapa saat. Personel pengamanan dari Polres Tangsel ikut turun meredakan pertikaian di lapangan.



Laga final itu akhirnya dimenangkan tim Satpol PP melalui drama adu pinalti dengan skor 4-2. Juara pertama mendapat hadiah pembinaan sebesar Rp7 juta, sedangkan Tim Setwan DPRD sebagai runner up mendapat Rp3 juta.

Saat dikonfirmasi, panitia penyelenggara menjelaskan, kericuhan itu hanyalah dinamika di lapangan. Pemicunya disebut fanatisme yang berlebihan dari masing-masing pendukung dan suporter. Baca juga: Pemerintah Gencar Larang Kerumunan, Ternate Malah Gelar Turnamen Sepak Bola

"Ini ajang seru-seruan aja untuk membangun silaturahmi. Kalau ada yang menyimpulkan kericuhan, itu sangat berlebihan. Paling tidak kalau masing-masing pemain atau suporternya pulang pasti kan akan chaos, nyatanya mereka pulang bersamaan kan. Jadi dinamika di lapangan aja, setelah itu ya sama-sama lagi," terang panitia penyelenggara, Iwan Pristyasa.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
Rekomendasi
Kondisi Haji Bolot Mulai...
Kondisi Haji Bolot Mulai Membaik, Sudah Tak Keluhkan Sesak Napas
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Papan Tulis Sakti Jepang...
Papan Tulis Sakti Jepang Bikin Belanda Mandek
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Larang...
Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
Desa Les Bali Sukses...
Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam lewat Program DSA
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved