Bingung Cari Restoran Enak di Jakarta, Kini Lebih Mudah Tinggal Sekali Tap
Senin, 20 Desember 2021 - 20:32 WIB
loading...
A
A
A
Secara branding bisa dilihat visit user ke restoran dan meningkatnya bisa di kisaran 90 persen. Sejauh ini, restoran terbantu dengan adanya aplikasi PergiKuliner.
Dalam pencarian, algoritmanya akan memunculkan rekomendasi restoran paling atas yang previewnya lebih banyak dan ratingnya bagus. Sejauh ini, segmen user PergiKuliner ada pada anak-anak muda di usia 18-35 tahun.
Sementara, Budi Andal (27), selaku user, viewers, warga Jakarta Utara mengatakan, PergiKuliner memudahkan dirinya dalam mencari pilihan kuliner. Terutama makanan di Jakarta ada banyak sekali seperti makanan Indonesia, Western dan Asia.
"Kita bisa cari di fitur pilihan, ada nasi goreng, pizza, sushi, dan lain-lain. Nanti akan muncul sesuai rekomendasi aplikasinya," ujarnya.
Jika senang dengan restorannya, dia akan preview dan menulisnya secara objektif. "Secara tidak langsung kan membantu restoran itu juga. Supaya dikenal calon pelanggan lain yang akan mencoba di restoran itu. Gampang kok penggunaannya," tuturnya.
Kemudian, kuliner yang tidak enak juga banyak. Namun, saat ini dia batasi penilaiannya. "Kalau gak standar ya gak saya preview, buat kenang-kenangan sendiri saja, gak dishare juga, tapi kalau enak saya tulis, share," kata Budi yang menyukai makanan Asia.
Dalam pencarian, algoritmanya akan memunculkan rekomendasi restoran paling atas yang previewnya lebih banyak dan ratingnya bagus. Sejauh ini, segmen user PergiKuliner ada pada anak-anak muda di usia 18-35 tahun.
Sementara, Budi Andal (27), selaku user, viewers, warga Jakarta Utara mengatakan, PergiKuliner memudahkan dirinya dalam mencari pilihan kuliner. Terutama makanan di Jakarta ada banyak sekali seperti makanan Indonesia, Western dan Asia.
"Kita bisa cari di fitur pilihan, ada nasi goreng, pizza, sushi, dan lain-lain. Nanti akan muncul sesuai rekomendasi aplikasinya," ujarnya.
Jika senang dengan restorannya, dia akan preview dan menulisnya secara objektif. "Secara tidak langsung kan membantu restoran itu juga. Supaya dikenal calon pelanggan lain yang akan mencoba di restoran itu. Gampang kok penggunaannya," tuturnya.
Kemudian, kuliner yang tidak enak juga banyak. Namun, saat ini dia batasi penilaiannya. "Kalau gak standar ya gak saya preview, buat kenang-kenangan sendiri saja, gak dishare juga, tapi kalau enak saya tulis, share," kata Budi yang menyukai makanan Asia.
(jon)
Lihat Juga :