Petambak di Pangkep Dilatih Cegah Penyakit Pada Udang Windu
Senin, 20 Desember 2021 - 14:41 WIB
loading...
Pemateri, tim dosen UMI, dan peserta pelatihan penerapan teknologi pembuatan pakan organik untuk pencegahan penyakit udang windu di Kabupaten Pangkep. Foto: Humas UMI
A
A
A
PANGKEP - Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UMI menggelar pelatihan penerapan teknologi pembuatan pakan organik untuk pencegahan penyakit pada udang windu di Desa Tamangapa, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, baru-baru ini.
Tim dosen asal UMI ini diketuai Syahrul Djafar dan anggota Harlina Usman. Tim juga melibatkan dua mahasiswa S1 Program Studi Budi Daya perairan FPIK dan dua mahasiswa magister Prodi Manajemen Pesisir dan Teknik Kelautan. Pelatihan ini diikuti 20 anggota Kelompok Tani Samaturu I.
Bacajuga:Dosen UMI Dorong Literasi Digital Tenaga Pendidik dan Anak Didik
Menurut Syahrul Djafar, Desa Tamangapa, Kecamatan Ma’rang merupakan wilayah pesisir yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya sebagai petambak. Salah satu masalah yang mereka hadapi adalah tingginya angka kematian udang yang disebabkan serangan vibriosis, penyakit yang disebabkan vibrio harveyi.
Hingga saat ini, cara yang umum dilakukan petani untuk pencegahan maupun pengendalian penyakit vibriosis ini masih mengandalkan bahan-bahan kimia dan antibiotik. Sayangnya, penggunaan bahan kimia dan antibiotik yang terus menerus dan tidak terkontrol berdampak resistensi pada bakteri, adanya residu di tubuh udang dan mencemari lingkungan.
"Oleh karena itu salah satu alternatif pencegahan penyakit vibriosis yang aman terhadap organisme sasaran, lingkungan maupun terhadap konsumen adalah dengan menggunakan produk antibakteri alami seperti bahan alami daun kopasanda (chromolaena odorata l)," tutur Syahrul.
Tim dosen asal UMI ini diketuai Syahrul Djafar dan anggota Harlina Usman. Tim juga melibatkan dua mahasiswa S1 Program Studi Budi Daya perairan FPIK dan dua mahasiswa magister Prodi Manajemen Pesisir dan Teknik Kelautan. Pelatihan ini diikuti 20 anggota Kelompok Tani Samaturu I.
Bacajuga:Dosen UMI Dorong Literasi Digital Tenaga Pendidik dan Anak Didik
Menurut Syahrul Djafar, Desa Tamangapa, Kecamatan Ma’rang merupakan wilayah pesisir yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidupnya sebagai petambak. Salah satu masalah yang mereka hadapi adalah tingginya angka kematian udang yang disebabkan serangan vibriosis, penyakit yang disebabkan vibrio harveyi.
Hingga saat ini, cara yang umum dilakukan petani untuk pencegahan maupun pengendalian penyakit vibriosis ini masih mengandalkan bahan-bahan kimia dan antibiotik. Sayangnya, penggunaan bahan kimia dan antibiotik yang terus menerus dan tidak terkontrol berdampak resistensi pada bakteri, adanya residu di tubuh udang dan mencemari lingkungan.
"Oleh karena itu salah satu alternatif pencegahan penyakit vibriosis yang aman terhadap organisme sasaran, lingkungan maupun terhadap konsumen adalah dengan menggunakan produk antibakteri alami seperti bahan alami daun kopasanda (chromolaena odorata l)," tutur Syahrul.
Lihat Juga :