Indah Putri Indriani Harap Program PMI Adaptif dan Kedepankan Mitigasi
Senin, 20 Desember 2021 - 13:28 WIB
loading...
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menghadiri pembukaan Diklatsar KSR PMI Unit Markas Angkatan V di Aula La Galigo Kantor Bupati, Minggu (14/12). Foto: Diskominfo Luwu Utara
A
A
A
LUWU UTARA - Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengikuti musyawarah kerja dan pembukaan Diklatsar KSR PMI Unit Markas Angkatan V di Aula La Galigo Kantor Bupati, Minggu (14/12).
Bupati yang juga Ketua PMI Luwu Utara ini berpesan agar para pengurus PMI menyusun program kerja yang adaptif dan mengedepankan mitigasi. Sebab, salah satu mandat PMI kata dia adalah penanggulangan bencana.
Baca juga:Sambut Hari Ibu, IBI Lutra Lakukan Kegiatan Menyehatkan
"Kalau kita bicara penyelenggaraan penanggulangan bencana aturannya jelas pada UU No.24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Tahapannya adalah pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana. Untuk itu PMI harus hadir di semua tahapan tersebut,” kata Indah .
Ia berharap program kerja yang disusun dapat menggerakkan SDM untuk hadir, sebab tujuan akhirnya adalah membangun ketahanan bersama masyarakat.
“Dalam PMI ada program kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat. Saya berharap banyak melalui musyawarah kerja dan diklatsar kemudian betul-betul semakin membuat kita lebih tangguh dalam menghadapi potensi terjadinya bencana di masyarakat, termasuk kemandirian untuk bangkit setelah bencana. Terlebih yang kita hadapi bukan hanya bencana alam akibat perubahan iklim yang begitu terasa, tapi juga bencana non alam yaitu pandemi Covid-19 ,” terang Bupati.
Baca juga:Pembangunan Rampung, Jembatan Gantung Maipi Kini Bisa Digunakan
Bupati yang juga Ketua PMI Luwu Utara ini berpesan agar para pengurus PMI menyusun program kerja yang adaptif dan mengedepankan mitigasi. Sebab, salah satu mandat PMI kata dia adalah penanggulangan bencana.
Baca juga:Sambut Hari Ibu, IBI Lutra Lakukan Kegiatan Menyehatkan
"Kalau kita bicara penyelenggaraan penanggulangan bencana aturannya jelas pada UU No.24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Tahapannya adalah pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana. Untuk itu PMI harus hadir di semua tahapan tersebut,” kata Indah .
Ia berharap program kerja yang disusun dapat menggerakkan SDM untuk hadir, sebab tujuan akhirnya adalah membangun ketahanan bersama masyarakat.
“Dalam PMI ada program kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat. Saya berharap banyak melalui musyawarah kerja dan diklatsar kemudian betul-betul semakin membuat kita lebih tangguh dalam menghadapi potensi terjadinya bencana di masyarakat, termasuk kemandirian untuk bangkit setelah bencana. Terlebih yang kita hadapi bukan hanya bencana alam akibat perubahan iklim yang begitu terasa, tapi juga bencana non alam yaitu pandemi Covid-19 ,” terang Bupati.
Baca juga:Pembangunan Rampung, Jembatan Gantung Maipi Kini Bisa Digunakan
Lihat Juga :