Dinas Perpustakaan Pangkep Hadirkan Buku Bacaan di Atas Kapal Penumpang
Kamis, 16 Desember 2021 - 19:27 WIB
loading...
Plt Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep, Lukman Murtala menyerahkan paket buku kepada pemilik kapal. Foto: SINDOnews/Muhammad Subhan
A
A
A
PANGKEP - Upaya meningkatkan literasi masyarakat terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep. Salah satunya melalui inovasi Pustaka Pappalimbang.
Melalui Pustaka Pappalimbang ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menyediakan buku untuk warga kepulauan di atas kapal penumpang.
Baca juga:Kabupaten Pangkep Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik
Pelaksana Tugas Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Pangkep, Lukman Murtala mengatakan, saat ini pihaknya baru memberikan beberapa paket buku bacaan untuk 12 kapal dengan rute sejumlah pulau. Ia mengakui, jumlah kapal yang mendapat paket buku masih kecil dibandingkan jumlah keseluruhan kapal.
"Tahun depan kami akan berikan lagi ke kapal dengan rute berbeda. Kebetulan kami akan mendapatkan bantuan buku dari Dinas Perpustakaan Provinsi untuk mendukung program ini," ucap Lukman di kantornya, Kamis (16/12/2021).
Ia mengatakan, program Pustaka Pappalimbang ini diharapkan menumbuhkan minat baca bagi warga dengan mendekatkan buku kepada masyarakat.
Baca juga:Puskesos Dibentuk di Pangkep, Diharap Bisa Tekan Kemiskinan
"Jadi penumpang yang naik kapal bisa membaca buku dalam perjalanan ke pulau," kata Lukman.
Lukman menambahkan, tugasnya saat ini adalah menyediakan banyak sarana literasi publik. Karena dengan itu, minat baca masyarakat bisa tumbuh. "Bukan cuma mengajak, tapi juga disediakan sarana dan menggandeng pegiat literasi yang ada," ujarnya.
Sementara itu, Tim Pendamping Literasi Daerah (TPLD), Ali Mugayat Samsu mengapresiasi program Pustaka Pappalimbang ini. Ia berharap, langkah tersebut bisa diteruskan di tingkat desa dan kelurahan dengan program satu perpustakaan satu desa.
"Kami di TPLD sangat mendukung, siap mendampingi untuk membangun perpustakaan yang ramah kepada semua orang," kata Ali.
Baca juga:DPRD dan Pemkab Barru Sahkan 4 Peraturan Daerah Baru
Yang terpenting dalam menumbuhkan budaya literasi , kata Ali, yaitu sinergi dengan semua pihak yang menurutnya selama ini sangat rendah.
"Bagaimana kita mau bergerak tanpa sinergitas. Dinas Perpustakaan tidak bisa jalan sendiri, harus ada Dinas Pendidikan untuk anak sekolah, DPMPD untuk desa dan semua instansi terkait. Kami mendukung segala upaya Dinas Perpustakaan saat ini yang mau mengubah wajah perpustakaan lebih inklusi," pungkasnya.
Melalui Pustaka Pappalimbang ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menyediakan buku untuk warga kepulauan di atas kapal penumpang.
Baca juga:Kabupaten Pangkep Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik
Pelaksana Tugas Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Pangkep, Lukman Murtala mengatakan, saat ini pihaknya baru memberikan beberapa paket buku bacaan untuk 12 kapal dengan rute sejumlah pulau. Ia mengakui, jumlah kapal yang mendapat paket buku masih kecil dibandingkan jumlah keseluruhan kapal.
"Tahun depan kami akan berikan lagi ke kapal dengan rute berbeda. Kebetulan kami akan mendapatkan bantuan buku dari Dinas Perpustakaan Provinsi untuk mendukung program ini," ucap Lukman di kantornya, Kamis (16/12/2021).
Ia mengatakan, program Pustaka Pappalimbang ini diharapkan menumbuhkan minat baca bagi warga dengan mendekatkan buku kepada masyarakat.
Baca juga:Puskesos Dibentuk di Pangkep, Diharap Bisa Tekan Kemiskinan
"Jadi penumpang yang naik kapal bisa membaca buku dalam perjalanan ke pulau," kata Lukman.
Lukman menambahkan, tugasnya saat ini adalah menyediakan banyak sarana literasi publik. Karena dengan itu, minat baca masyarakat bisa tumbuh. "Bukan cuma mengajak, tapi juga disediakan sarana dan menggandeng pegiat literasi yang ada," ujarnya.
Sementara itu, Tim Pendamping Literasi Daerah (TPLD), Ali Mugayat Samsu mengapresiasi program Pustaka Pappalimbang ini. Ia berharap, langkah tersebut bisa diteruskan di tingkat desa dan kelurahan dengan program satu perpustakaan satu desa.
"Kami di TPLD sangat mendukung, siap mendampingi untuk membangun perpustakaan yang ramah kepada semua orang," kata Ali.
Baca juga:DPRD dan Pemkab Barru Sahkan 4 Peraturan Daerah Baru
Yang terpenting dalam menumbuhkan budaya literasi , kata Ali, yaitu sinergi dengan semua pihak yang menurutnya selama ini sangat rendah.
"Bagaimana kita mau bergerak tanpa sinergitas. Dinas Perpustakaan tidak bisa jalan sendiri, harus ada Dinas Pendidikan untuk anak sekolah, DPMPD untuk desa dan semua instansi terkait. Kami mendukung segala upaya Dinas Perpustakaan saat ini yang mau mengubah wajah perpustakaan lebih inklusi," pungkasnya.
(luq)
Lihat Juga :