Anies Baswedan Imbau Umat Islam Ibadah Ramadhan di Rumah
Kamis, 23 April 2020 - 06:11 WIB
loading...
Selain mengumumkan masa perpanjangan PSBB, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan turut menyampaikan imbauan terkait Bulan Ramadhan bagi umat yang menjalankannya. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Selain mengumumkan masa perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan turut menyampaikan imbauan terkait Bulan Ramadhan bagi umat yang menjalankannya.
Pelaksanaan Bulan Ramadhan yang bersamaan dengan PSBB praktis akan berbeda sesuai dengan aturan yang berlaku terkait wabah virus Corona atau Covid-19.
"Bulan puasa kali ini akan berbeda. Bagi begitu banyak kita, termasuk saya pribadi dan saya yakin pak Wagub dan kita semua. Bulan puasa adalah bulan di mana kita berada di masjid. Kita berkegiatan dari mulai subuh sampai tarawih. Masjid adalah sentralnya. Puasa kali ini akan menjadi berbeda karena kita semua akan melakukan kegiatan itu di rumah," terang Anies di Pendopo Balai Kota Jakarta, Rabu (22/4/2020).
Tak hanya ibadah yang berpusat di masjid, kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan pun tidak bisa dilakukan. Seperti buka puasa bersama (ifthar) dan kegiatan lain sejenisnya. Kondisi ini menurut Anies, mengingatkan pada Ramadhan zaman Rasulullah.
"Ramadhan kali ini mungkin mirip dengan Ramadhan pada saat Nabi Besar Muhammad SAW. Pada saat itu, semua tidak dikerjakan di masjid. Sempat tarawih di masjid, tapi kemudian tarawih di rumah. Buka puasa juga di rumah. Kegiatan peribadatan di rumah. Semua tidak dilakukan di masjid. Kali ini, kita mendapatkan kesempatan untuk memasuki bulan suci Ramadhan di dalam suasana yang mirip dengan suasana itu. Ini kesempatan bagi kita," ujar Anies.
Pelaksanaan Bulan Ramadhan yang bersamaan dengan PSBB praktis akan berbeda sesuai dengan aturan yang berlaku terkait wabah virus Corona atau Covid-19.
"Bulan puasa kali ini akan berbeda. Bagi begitu banyak kita, termasuk saya pribadi dan saya yakin pak Wagub dan kita semua. Bulan puasa adalah bulan di mana kita berada di masjid. Kita berkegiatan dari mulai subuh sampai tarawih. Masjid adalah sentralnya. Puasa kali ini akan menjadi berbeda karena kita semua akan melakukan kegiatan itu di rumah," terang Anies di Pendopo Balai Kota Jakarta, Rabu (22/4/2020).
Tak hanya ibadah yang berpusat di masjid, kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan pun tidak bisa dilakukan. Seperti buka puasa bersama (ifthar) dan kegiatan lain sejenisnya. Kondisi ini menurut Anies, mengingatkan pada Ramadhan zaman Rasulullah.
"Ramadhan kali ini mungkin mirip dengan Ramadhan pada saat Nabi Besar Muhammad SAW. Pada saat itu, semua tidak dikerjakan di masjid. Sempat tarawih di masjid, tapi kemudian tarawih di rumah. Buka puasa juga di rumah. Kegiatan peribadatan di rumah. Semua tidak dilakukan di masjid. Kali ini, kita mendapatkan kesempatan untuk memasuki bulan suci Ramadhan di dalam suasana yang mirip dengan suasana itu. Ini kesempatan bagi kita," ujar Anies.
Lihat Juga :