Menteri PMK Tinjau Vaksinasi Anak di SDN Depok 01

Selasa, 14 Desember 2021 - 13:39 WIB
loading...
Menteri PMK Tinjau Vaksinasi...
Menteri PMK Muhadjir Effendy bersama Wakil Wali Kota Imam Budi Hartono meninjau vaksinasi anak di SDN Depok 01. Foto/SINDOnews/R Ratna Purnama
A A A
DEPOK - Hari ini vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Depok dimulai. Tahap awal pembukaan vaksinasi Covid-19 menargetkan 347 siswa di SDN Depok 01. Vaksinasi anak sebagai wujud pembentukan kekebalan kelompok mengingat anak juga kalangan yang rentan terpapar.

”Alhamdulillah mulai hari ini, dan seterusnya nanti kita akan melakukan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun. Terutama untuk mereka yang sedang belajar di tingkat SD,” kataMenteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy saat meninjau vaksinasi anak di Depok, Selasa (14/12/2021). Baca juga: Pandemi, Jangan Stop Vaksin Anak

Menurut dia, vaksinasi anak sangat penting karena merupakan kalangan rentan. Terlebih siswa juga sudah mulai melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Jika siswa sudah divaksin maka orang tua merasa lebih tenang ketika anaknya berangkat sekolah. Baca juga: Demi si Buah Hati, Jangan Tunda Vaksin Anak

Dengan vaksinasi anak usia 6-11 tahun sebagai upaya membentuk kekebalan kelompok. Sehingga orang-orang yang ada di sekitar mereka juga merasa aman.”Ini sangat penting karena anak merupakan mata rantai dari herd immunity. Kalau anak-anak sudah divaksin, terlindungi, maka kakek-neneknya yang dekat dengan mereka juga menjadi lebih aman. Apalagi bila kakek-neneknya sudah divaksin. Pasti jauh lebih aman,” ungkapnya.

Target anak yang divaksin sekitar 20 juta anak. Ditegaskan dia, vaksin yang diberikan pada anak sudah mengantongi Emegency Use Authorization (EUA) dari BPOM. ”BPOM juga sudah mengkaji sejak sangat lama. Izin ini juga sudah dikeluarkan Bpom sejak jauh hari. Jadi Insya Allah aman,” pungkasnya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Berita Terkini
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved