Pandemi COVID-19 Terkendali Jelang Nataru, Pemerintah Tetap Ketatkan Pengawasan
Jum'at, 10 Desember 2021 - 16:29 WIB
loading...
Penyebaran pandemi COVID-19 menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dinilai masih dinamis dan terkendali. Meski demikian pemerintah tetetap melakukan pengawasan terhadap mobilitas warga. Foto ist
A
A
A
JAKARTA - Penyebaran pandemi COVID-19 menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dinilai masih dinamis dan terkendali. Meski demikian pemerintah tetetap melakukan pengawasan terhadap mobilitas warga. Untuk Jawa Barat, situasi pandemi cukup terkendali. Iniditandai dengan angka bed occupancy ratio (BOR) di bawah 3 persen dan tingkat kepatuhan prokes yang tinggi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika pada kesempatan dialog Media Center Forum Merdeka Barat (FMB9) -KPCPEN, Rabu (8/12/2021). Dia menyampaikan bahwa situasi pandemi di wilayahnya cukup terkendali. Baca juga: Sleman Berstatus PPKM Level 2, Masyarakat Diminta Tidak Abai Prokes
Untuk Nataru, pihaknya akan menerapkan PPKM sesuai asesmen yang berlaku, disertai pembatasan kegiatan untuk Nataru sesuai regulasi yang ada. Dewi juga menjelaskan bahwa saat ini tingkat vaksinasi Jawa Barat adalah 66,74 persen untuk dosis pertama dan 47 persen untuk dosis kedua.
"Upaya percepatan dan melengkapi vaksinasi akan tetap didorong, termasuk untuk populasi lansia yang saat ini tingkat vaksinasi dosis pertama di atas angka 50 persen," ungkapnya.
Dia menyampaikan bahwa meski pada Nataru tidak ada larangan untuk bepergian atau ke luar kota, pihaknya melakukan persiapan berjenjang agar situasi tetap terkendali. Ia mengingatkan para kepala daerah untuk mengaktifkan kembali fungsi satgas hingga tingkat RT dan RW, termasuk untuk menyampaikan informasi kepada warga.
Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika pada kesempatan dialog Media Center Forum Merdeka Barat (FMB9) -KPCPEN, Rabu (8/12/2021). Dia menyampaikan bahwa situasi pandemi di wilayahnya cukup terkendali. Baca juga: Sleman Berstatus PPKM Level 2, Masyarakat Diminta Tidak Abai Prokes
Untuk Nataru, pihaknya akan menerapkan PPKM sesuai asesmen yang berlaku, disertai pembatasan kegiatan untuk Nataru sesuai regulasi yang ada. Dewi juga menjelaskan bahwa saat ini tingkat vaksinasi Jawa Barat adalah 66,74 persen untuk dosis pertama dan 47 persen untuk dosis kedua.
"Upaya percepatan dan melengkapi vaksinasi akan tetap didorong, termasuk untuk populasi lansia yang saat ini tingkat vaksinasi dosis pertama di atas angka 50 persen," ungkapnya.
Dia menyampaikan bahwa meski pada Nataru tidak ada larangan untuk bepergian atau ke luar kota, pihaknya melakukan persiapan berjenjang agar situasi tetap terkendali. Ia mengingatkan para kepala daerah untuk mengaktifkan kembali fungsi satgas hingga tingkat RT dan RW, termasuk untuk menyampaikan informasi kepada warga.
Lihat Juga :