Vaksinasi Covid-19 Pemkab Maros Sasar Ojek Online
Kamis, 09 Desember 2021 - 16:11 WIB
loading...
Bupati Maros, AS Chaidir Syam berfoto bersama sejumlah ojek online usai mengikuti vaksinasi Covid-19. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Ojek online di Kabupaten Maros ikut membantu pemerintah dalam program vaksinasi Covid-19. Mereka mendatangi langsung Baruga B Kantor Bupati Maros untuk menerima suntikan vaksin Covid-19, dalam program Gelora Vaksin.
Ketua Komunitas Grab Maros, Fahrul Arwys mengatakan vaksinasi ini dilakukan untuk memberikan jaminan keamanan bagi penumpang jasa angkutan online.
Baca juga:Pemkab Maros Target Vaksin 4.000 Orang Per Hari
" Ojol (ojek online) yang sudah di vaksin di Maros sudah mencapai 500 orang atau sekitar 50 persen. Kami menargetkan sekitar 70 persen ojol yang harus sudah divaksin," ucapnya.
"Kami ini ambil penumpang, makanya diwajibkan oleh aplikator untuk vaksin, sekaligus juga untuk mendukung pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi," katanya.
Fahrul mengatakan, di tahun 2022, seluruh driver ojol wajib vaksin. Akan ada sanksi yang menunggu jika mereka belum divaksin. Besar kemungkinan aplikator akan menonaktifkan akun yang bersangkutan.
Dari program Gelora Vaksin ini kata Fahrul, ditargetkan pencapaian vaksin sekitar 300 orang ojek online. Para ojek online ini juga diminta mengajak keluarganya ikut vaksin.
Baca juga:Jelang Nataru, Bupati Maros Terbitkan Edaran Penyelenggaraan Pembelajaran
Sementara itu Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan, saat ini sasaran vaksinasi juga difokuskan untuk para ojek online , sebab mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat, oleh karena itu wajib menjaga kesehatan.
Alumni Ilmu Pemerintahan Unhas ini menegaskan, bagi masyarakat yang memenuhi syarat divaksin agar segera mendatangi gerai vaksin.
"Sekarang itu seluruhnya wajib vaksin, aturan sudah jelas, bagi penerima bantuan, dan untuk pengurusan hal administrasi diwajibkan vaksin," katanya.
Baca juga:Badan Promosi Pariwisata Maros Wajib Tingkatkan Kunjungan Wisata
Sekedar diketahui, Pemkab Maros mengejar target vaksinasi pada hari-hari menjelang akhir tahun. Chaidir memberi target 4.000 orang yang divaksin setiap hari.
Data sementara, cakupan vaksin terendah di Desa Kurusumange-Tanralili, Kelurahan Pallantikang-Maros Baru, dan Desa Bontosomba-Tompobulu. Cakupan tertinggi di Desa Mattampapole-Mallawa, Disusul Kelurahan Sabila-Mallawa (64,57 persen), dan Desa Bontobunga-Moncongloe.
Ketua Komunitas Grab Maros, Fahrul Arwys mengatakan vaksinasi ini dilakukan untuk memberikan jaminan keamanan bagi penumpang jasa angkutan online.
Baca juga:Pemkab Maros Target Vaksin 4.000 Orang Per Hari
" Ojol (ojek online) yang sudah di vaksin di Maros sudah mencapai 500 orang atau sekitar 50 persen. Kami menargetkan sekitar 70 persen ojol yang harus sudah divaksin," ucapnya.
"Kami ini ambil penumpang, makanya diwajibkan oleh aplikator untuk vaksin, sekaligus juga untuk mendukung pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi," katanya.
Fahrul mengatakan, di tahun 2022, seluruh driver ojol wajib vaksin. Akan ada sanksi yang menunggu jika mereka belum divaksin. Besar kemungkinan aplikator akan menonaktifkan akun yang bersangkutan.
Dari program Gelora Vaksin ini kata Fahrul, ditargetkan pencapaian vaksin sekitar 300 orang ojek online. Para ojek online ini juga diminta mengajak keluarganya ikut vaksin.
Baca juga:Jelang Nataru, Bupati Maros Terbitkan Edaran Penyelenggaraan Pembelajaran
Sementara itu Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan, saat ini sasaran vaksinasi juga difokuskan untuk para ojek online , sebab mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat, oleh karena itu wajib menjaga kesehatan.
Alumni Ilmu Pemerintahan Unhas ini menegaskan, bagi masyarakat yang memenuhi syarat divaksin agar segera mendatangi gerai vaksin.
"Sekarang itu seluruhnya wajib vaksin, aturan sudah jelas, bagi penerima bantuan, dan untuk pengurusan hal administrasi diwajibkan vaksin," katanya.
Baca juga:Badan Promosi Pariwisata Maros Wajib Tingkatkan Kunjungan Wisata
Sekedar diketahui, Pemkab Maros mengejar target vaksinasi pada hari-hari menjelang akhir tahun. Chaidir memberi target 4.000 orang yang divaksin setiap hari.
Data sementara, cakupan vaksin terendah di Desa Kurusumange-Tanralili, Kelurahan Pallantikang-Maros Baru, dan Desa Bontosomba-Tompobulu. Cakupan tertinggi di Desa Mattampapole-Mallawa, Disusul Kelurahan Sabila-Mallawa (64,57 persen), dan Desa Bontobunga-Moncongloe.
(luq)
Lihat Juga :